Welcome Adek Mush’ab :) Another Birth Story

Alhamdulillaaaah… Kesampean juga mengucapkan selamat datang pada anak ketiga kami, walaupun agak telat hampir sebulan skrg usianya🙂 Maaf yahh Mush’ab.. :p

PhotoGrid_1418306853771

Masih inget donk ya, cerita perjuangan trimester pertama di sini? Alhamdulillah, trimester 2 dan 3 berjalan cukup lancar, terbukti emak hamil ini masih bisa ngajar di Lampung dan Denpasar saat trimester 2 dan hampir nekat mau ngajar ke Semarang di usia kehamilan 35 minggu😀

Memasuki trimester 3, drama yang ada adalah karena bumil ini harus ngurus 2 anak sendiri krn sedang ber-LDR ria sama suami, tapi alhamdulillah.. anak-anak pengertian, walaupun kadang Haidar agak manja minta gendong🙂 Adik Mush’ab di perut pinteerrr banget, pengertian klo tiap diajak naik kereta, ga rewel.. bahkan masih bs diajak ke Asemka beli hadiah TPA waktu usia kandungan udah 35minggu.. Pokoknya alhamdulillah, semua lancar-lancar saja..

Nah, yang cukup seru adalah.. Beberapa hari menjelang sectio (jadi dulu persalinan pertama saya harus sectio krn baby nya sungsang, kedua sebenarnya mau normal tapi pas cek mata gak direcommend sama dokter mata krn minus tinggi dan kondisi retina ga terlalu bagus, sdh agak tipis katanya, jadi ga dianjurkan mengejan, padahal klo normal ya pasti harus mengejan dong ya.. walhasil persalinan ketiga pun harus sectio) tiba2 dikabari sama pihak admin RS bahwa dokter Ovy mendadak ada jadwal tgl 16 Nov (tgl yg kami minta, bukan karena hari baik atau apa, tapi demi ngepasin jadwal kepulangan suami :D). Jadilah dimajuin sehari, sehinggaa sodara2 yang seharusnya saya bisa dtg ke RS ditemani suami, kayaknya harus nyari partner lain. Well, adik saya yang di Bandung menyanggupi dateng stlh beres kuliah Jum’at tgl 14 Nov, tappii namanya jalanan ga bisa ditebak, sampe jam 4 sore adik saya belum juga dateng, drpd telat tes lab dll, akkhirnya nekat ke RS sendirian naik taksi. Sebenarnya semua fine-fine saja sih, paling ada tatapan suster yang kurang enak, ini ibu mau ngelahirin kok ga ada yang nganter (semoga ga dikira istri siri, hihi). Terus pas CTG, ditanya lagi, yang mau tanda tangan persetujuan tindakan siapa bu?

Kalo saya sendiri saja boleh ga?, jawab saya.

Ehm, biasanya sih suami atau keluarga terdekat.

Kalau gitu tunggu nanti agak maleman ya mbak, suami saya masih di perjalanan dari Kalimantan.

Sampai situ semua beres, sudah masuk kamar rawat inap, dapet makan malem dan langsung ludes saya abisin. Sampai akhirnya saya telp lagi suami, sdh take off kah? ternyata oh ternyata, pesawat yang akan dinaikin delay entah sampai jam berapa. Sejujurnya saya deg-degan, secara udah malem gitu kalau tiba2 pesawatnya batal brgkt malam itu bgmn nasib saya yang besok shubuh mau sectio? Hiks, mana ga ada ortu ataupun mertua.. Biasanya almarhumah Ibu selalu menunggui saat saya lahiran, kemudian ganti shift dengan almarhumah Ibu mertua setelah aqiqah. Persalinan kali ini, rasanya demikian berbeda tanpa dua ibu yang biasanya tak pernah absen menemani kami.

Alhamdulillah, Allah demikian berbaik hati pada kami, jam 9 malam akhirnya pesawat suami yang delay hampir 3 jam brgkt juga.. Dan, alhamdulillah menjelang tengah malam suami tiba dengan selamat di RS. Setelah membereskan urusan administrasi kami istirahat, lebih tepatnya suami yang tepar kelelahan perjalanan panjang. Entah karena nervous atau gmn, saya baru bisa tidur jam setengah 3, pdhl jam 3.30 sdh harus bangun, sholat tahajud, mandi, sholat shubuh, daann suster pun menjemput kami.

Semua persalinan saya dilakukan tepat setelah sholat shubuh, yang unik, saat di lift menuju lantai ruang operasi kami bertemu pasien lain, yang saya tebak juga akan operasi. Jadilah kami berchit chat riaa.. Daan kami berdua ternyata kompak bangett.. Sama-sama persalinan ketiga, ketiganya operasi, ketiganya dgn dokter yang sama yaitu dr Ovy.. Hihi, lucu yaa… Dan ternyata anak ketiga kami sama2 laki-laki, yang berbeda adalah anak ibu tersebut ketiganya laki-laki, daaan ibu itupun memutuskan tubektomi, sementara saya dan suami memilih kontrasepsi biasa saja karena menimbang alasan yang kami punya tampaknya belum bisa disebut darurat sekali sehingga diperbolehkan memilih kontrasepsi dengan jalur tubektomi tersebut. Wallahu a’lam bish showab..

Daan.. seperti biasa dalam waktu singkat setelah operasi dimulai, ditemani suami tercinta di ruang operasi.. Alhamdulillah, kami bisa melihat buah hati ketiga kami, walau beratnya cenderung mungil hanya 2970gram, tapi alhamdulillah semua indikator medisnya dinyatakan sehat.

Welcome to the world, baby Muhammad Mush’ab Albanna😀, dengan nama tersebut kami berharap putra ketiga kami nantinya menjadi hamba Allah yang terpuji akhlaknya, meneladani Rasulullah dan sahabat Mush’ab bin Umair sang Duta Islam pertama yang sopan, diplomatif, dan pandai berkomunikasi, juga mampu menjadi seorang Albanna (pembangun peradaban dunia dan Islam yang tangguh) aamiin..

Oh iya, hal lain yang istimewa di persalinan ketiga ini adalah

  1. Efek anestesi nya ga terlalu ngefek sama kesadaran saya, terbukti sejak operasi sampai berbuka dan malamnya, mata saya ga bisa terpejam, padahal di dua persalinan sebelumnya, belum selesai operasipun mata saya rasanya sudah lengket terpejam
  2. Lebih strong, bisa jadi ini hanya perasaan saya sajaah😀 Tapi entah karena efek sdh 3 kali sectio atau karena tekad kuat memberi ASI lbh cepat (yg ini gara2 sebelum lahiran liat ada ortu yang keukeuh minta anaknya dikasi sufor aja, karena toh asi yg keluar hanya setetes dua tetes, sdh memberanikan diri sok bijak ngasi tahu pengalaman dulu faza asi saya baru keluar hari ketiga tapi kyknya ga terlalu didengar, ya sudahlah) walhasil, sejak malam pertama setelah sectio walau belum bisa gerak gerak badan, tapi sudah keukeuh rooming in, daan alhamdulillah, efek postif lainnya adalah sampai hari ini jarang banget begadang, karena baby Mush’ab kayaknya uda tahu bundanya selalu ada di dekat dia dari sejak awal kelahiran jadii proses ngurus new born plus duo krucils di rumah saat menjelang dan selama tidur malam cukup lancar.
  3. Walau sudah ga ngantor, saya tetap membiasakan memerah asi, pertama untuk ngosongin payudara dan yang kedua buat jaga2 klo pas pergi2 jarak dekat tetap tenang karena di rumah ada stok asip

Baiklaaahh.. segini dulu.. kapan2 dilanjut lagi..🙂

Untuk sesama mommies dengan new born baby, selamat menyusui dengan gembira..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s