CCST (Cerdas Cermat Sebelum Tidur)

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, beberapa bulan sejak Faza mulai rajin menghafal Juz Amma, kami jadi punya kebiasaan baru saat bermain atau menjelang tidur, apakah itu? Yup, bermain cerdas cermat.. Supaya serruuu.. Pengganti bel jangan hanya sekedar tunjuk tangan, tapi minta anak membuat yel-yel nya sendiri, biasanya Faza pakai “Allahu akbar”, sementara adiknya “jedor jedor”, hihi.. beda bangett yak… Nah, 2 minggu terakhir karena kami bertiga sudah mulai tempel-tempel flash card bhs Arab di kamar, jadilah saya minta mereka menambahkan kosakata yang mereka suka, misal Faza setelah teriak Allahu Akbar kemudian dilanjutkan bilang “asadun” artinya singa. Nanti Haidar pilih bisa Namlun = semut atau apapun yang mereka suka, jadi sekalian menginternalisasi vocab arabic nya..

IMG_00000127

Materi yang ditanyakan apa…

  • Sambung ayat, jadi sang bunda pegang mushaf dan pilih acak ayat dari surat-surat tertentu, nanti dua anak akan berebut menjawab
  • Math sederhana, misalnya soal penambahan atau pengurangan
  • Shirah nabi
  • Vocab english
  • Vocab Arabic
  • Silsilah keluarga (hihi, yang ini sih iseng, karena keluarga besar kami kan ada di Sidoarjo dan Kediri, jadi supaya anak-anak mudah ingat, ya harus sering diingatkan)
  • Pertanyaan umum namun penting (alamat rumah, no telp rumah, nama lengkap ortu, tgl lahir diri sendiri, dll)

Supaya lebih berwarna tentunya pembawa acara (baca:bunda) harus sangat ekspresif memberi pertanyaan dengan nada yang terkadang agak lebay…πŸ˜€ Supaya tidak terlalu capek buat batasan nilai supaya dianggap menang biasanya saya pakai nilai 1000, jadi yah sekitar 12-14 pertanyaan, karena kan ga semua pertanyaan langsung bisa dijawab benarπŸ™‚

Nah, karena ada gap usia antara kakak dan adeknya terkadang saya buat sesi pertanyaan yang hanya boleh dijawab oleh Haidar, jadi adiknya ga sedih kalau nilainya kalah terus sama kakaknya..πŸ˜€

2 malam yang lalu, ada kejadian lucu waktu saya memberikan pertanyaan “Apa nama bukit tempat Ibunda Ismail berlari mencari air untuk anaknya?” langsung dong berebut jawab.. Faza menjawab lantang “Bukit Shafa” di waktu yang hampir bersamaan Haidar ikut menjawab “Bukit… cengkeh” (fyi, nama perumahan tempat kami tinggal adalah bukit cengkeh 1). Kontan saja, saya dan Faza terbahak-bahak, tapi saya buru-buru minta maaf pada Haidar saat melihat dia ikut ketawa tapi mukanya agak bingung… “Maaf ya dek, nanti bunda cari tahu Shafa itu ada artinya atau hanya nama tempat, siapa tahu adek bener shafa artinya cengkeh..” hihi..

Bocah-bocah…πŸ™‚

IMG_00000871 IMG_00000915

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s