Baca Buku: Bang Ali, Demi Jakarta 1966-1977

Saya (Bang Ali, red) bermalam di desa-desa pinggiran itu, yang letaknya hanya beberapa kilometer dari pusat kota. Kunjungan saya ke desa-desa di pinggiran Jakarta Timur mengorek banyak masalah yang audzubillah. Masyarakat yang terbelakang dengan kondisi social ekonomi sebanding dengan kelurahan terbelakang di pulau Jawa. Lurah banyak yang buta huruf, sisa tukang pukul tuan tanah dulu. Saat mendengar lurah berpidato, ucapannya kacau, saya jadi makin kecut. Di Kelurahan Setu kasus Lepra tak terurus, di semua kelurahan banyak anak berperut buncit, gusi merah dan mata melotot. Dikutip dari halaman.146

Sampul buku

Sampul buku

OOT: Pak Harto pas muda cakep juga yakkk... :D

OOT: Pak Harto pas muda cakep juga yakkk…😀

Sekali waktu malam saya (Bang Ali, red) lewat Taman Suropati. Ada patung kartini di sana, harusnya ada tiga patung, namun mengapa saat itu saya lihat ada empat. Saya mendekat, ternyata patung ke-4 adalah gelandangan tua sakit yang sedang tiduran di antara patung tersebut. Segera saya minta polisi bertugas untuk membawa gelandangan tersebut ke RS.

Usia Bang Ali menjabat gubernur Jakarta di tahun 1966 adalah 39 tahun, di awal-awal menjabat Bang Ali sering bicara pada dirinya sendiri untuk menjadi gubernur yang baik. Seperti apa gubernur yang baik itu? Menurut Bang Ali, gubernur yang baik adalah gubernur yang sepenuhnya menempatkan dirinya sebagai Kepala Pemerintahan Daerah, dari manapun dia berasal dan afiliasi politik apapun dia anut. Setiap pimpinan pemerintahan setidaknya perlu memenuhi 6 syarat, pikirnya.

  1. Meletakkan kepentingan umum di atas kepentingan korps atau golongan
  2. Peka terhadap aspirasi masyarakat dan merumuskan segala tindakan serta kebijakan berdasarkan nilai kemanusiaan
  3. Menegakkan pemerintahan sipil di wilayah
  4. Memahami bahwa pemerintah bertugas memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan rakyat, melaksanakan ketertiban, mewujudkan keadilan social dan membina persahabatan dengan semua bangsa
  5. Bertanggung jawab menyeluruh atas kegiatan pemerintahan yang dilakukan aparatur pusat maupun daerah
  6. Berkemauan belajar menguasai masalah yang menjadi tanggung jawabnya

Selama menjabat, semua surat yang ditujukan ke Bang Ali selalu sampai di tangan beliau dari pujian hingga kritikan semua akan dibaca dan ditindaklanjuti. Beliau sangat mewanti-wanti jangan sampai ada surat yang ditujukan kepadanya ada yang ditahan atau disensor terlebih dahulu.

Bang Ali pun sangat getol memperbaiki system perpajakan daerah, karena dana dari pusat yang sangat minim, bayangkan saja untuk belanja daerah selama setahun di tahun 1966 hanya diberikan 66 juta rupiah. Baginya kalau Pemerintah Daerah diwajibkan cari uang, maka sifat entrepreneur harus ada pada Pemerintah Daerah. “Service is Money, Money is Tax” sehingga “No Tax, No Service”.

Di bidang social, mengingat saat itu 60% penduduk Jakarta (sekitar 3 juta orang) tinggal di kampong miskin, maka minat terhadap pembinaan dan pengembangan lembaga social dan keagamaan sangat besar. Begitu pula untuk pendidikan, hasil pengadaan dan rehabilitasi gedung sekolah sejak 1967-1976 adalah rehabilitasi 860 lebih gedung dan pembangunan baru 1.140 an gedung lebih. Dananya diperoleh dari pajak, inpres dan Proyek Husni Thamrin.

Selama 11 tahun menjabat, Bang Ali juga banyak membangun jalan jembatan serta aneka infrastruktur, pun demikian di akhir masa jabatannya beliau berkesimpulan bahwa pembuatan dan pelebaran jalan tidak akan memecahkan masalah lalu lintas jika tidak dibarengi dengan pengendalian jenis dan jumlah kendaraan.

Masih banyak sekali kearifan dan pengetahuan yang dibagi oleh Bang Ali di buku ini, tentang bagaimana membangun proyek air bersih, tentang penanggulangan banjir, perbaikan pasar, kampung, gelanggang mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Ancol, menjadikan film Indonesia tuan rumah di negeri sendiri hingga cerita sederhana namun mengharukan tentang rakyat kecil yang membawakan kue ulang tahun untuknya.

Menurut saya pribadi, buku ini sangat bagus dibaca oleh wakil rakyat terpilih, pemerintah daerah, pejabat-pejabat eselon, dan juga masyarakkat umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s