Menjadi Manajer Gizi Keluarga

Selain bagaimana mendidik anak dengan baik, mengelola keuangan, salah satu permasalahan yang paling umum dialami emak-emak adalah….. Selalu bingung mau masak apa? Tukang sayur lewat, pilih2 apa yang ada di gerobaknya baru kepikiran mau masak apa. Akhirnya, uang habis buat belanja, terus waktu habis buat di dapur. Menurut Ibu Septi, Ibu adalah manajer gizi keluarga. Gizi berpengaruh bagi psikis dan fisik anak, maka masalah dapur adalah salah satu persoalan utama. Kalo dapur saja berantakan, bagaimana mau mengatur hal lain seperti pendidikan, kesehatan? *Jlebbb (sungguh saat mendengar hal itu saya tertohok)

Hasil kursus masak di NCC :)

Hasil kursus masak di NCC🙂

 Menu makan dan Menu pendidikan saling berkesinabungan. Sebelum mengatur menu pendidikan anak, marilah atur menu makanan mereka dahulu.
  Pengertian menu seimbang
Menyusun menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi keuangan keluarga. Ga harus selalu daging, ayam tentunya. Yang penting seimbang. Untunglah Faza dan Haidar suka tempe, ikan pindang keranjang juga.. Jadiii lumayan irit…
 
Prinsip menu seimbang:
  • Sesuai dengan kebutuhan gizi juga dipelajari proporsinya (misalnya protein harusnya lebih banyak drpd lemak, *ini asumsi penulis saja yang sama sekali bukan ahli gizi) Terdiri dari makanan pokok(karbohidrat tinggi), sayur(mineral), lauk pauk(protein dan lemak), buah(vitamin), dan susu
  • Distribusi makanan 1 hari, termasuk pemilihan warna, kalo warna-warni makanannya kan bagus. Jadi kalau sayurnya sudah ijo, lauk bisa dibikin balado warna agak kemerahan gitu jd meja makan pun indah.. Tapi yah, kalau tidak sempat hal ini pun terabaikan😀
  • Ketersediaan bahan makanan dan Anggaran Keuangan sesuai dengan kondisi keluarga masing2. Misalnya, kita sedang berada di kota yang banyak seafoodnya, yah olahlah seafood tersebut, kalau yg banyak sayuran yah harus pinter2 ngolah sayuran, syukur2 kalo semua bahan masak serba ada🙂
  • Aman, halal dan baik
  • Berimbang. Komposisi zat gizi sesuai usia, berat badan, kelamin, dan aktivitas
 Nah.. Agar tetap bisa masak dan makan enak tanpa khawatir obesitas, tips ini mungkin bisa dipakai🙂
  1. Makan pagi seperti raja. Apa aja boleh dimakan
  2. Makan siang seperti ratu. Ditata dan diatur
  3. Makan malam seperti pengemis. Seminimal mungkin.
  4. Mencegah kebanyakan makan. Sebelum makan besar, minumlah air putih dulu, buah, baru makan besar.
 Tahapan menyusun menu:
  •  Ajaklah anak dan suami menyusun tema makanan. Alhamdulillah Faza sdh bisa diajak diskusi tentang penyusunan menu ini🙂
Contoh tematik menu makanan:
10 hari pertama: menu makanan laut
10 hari kedua: menu makanan sawah
 
Bila anak dan suami susah makan, mulailah dengan mempersering menu makanan kesukaan, namun tetap seimbangkan dengan menu lainnya yang bergizi menyeimbangkan makanan fav nya tersebut.
  •  Jika Bunda, Ayah dan anak beda selera. Sebaiknya didiskusikan. Buatlah menu 5 menitan, alias masakan praktis yang tinggal cemplung-cemplung selesai.
  • Kalau suami atau anak bosenan (tidak mau menu yang sama untuk sarapan, lunch dan dinner) jitaklah kepala mereka, hihi, gak ding.. ita harus tetap sabar yah ibu2.. Jadi harus kita yang pinter2 nata dan nyiapin bumbu agar proses memasak untuk setiap waktu makan itu berlangsung cepat tanpa harus memakai bahan instan yang tidak baik bagi kesehatan. Saya lihat sdh byk blog masak memasak yang memberikan tips bumbu dasar apa saja untuk beberapa jenis masakan serupa. Saya sendiri, karena kalau masak juga porsinya tidak terlalu banyak karena serumah seleranya bisa beda2 walaupun kadang sama. Jadiii, saya cukup siapkan bumbu tumis bawang merah, bawang putih dan cabai merah, lainnya cukup diracik saja per wadah setiap pagi untuk menu seharian.
  • Minimalkan belanja, karena semakin sering belanja, semakin besar kemungkinan budget membengkak. Idealnya belanja seminggu sekali. Tapiii, saya biasanya memang tetap belanja harian untuk sayuran dan tahu tempe :) Pilih buah dan sayur yang sedang musim biar murah
  • Jika memungkinkan, Letakkan papan menu di dapur. Bedakan warna untuk setiap olahan. Misal warna merah untuk semua olahan ayam. Kuning untuk olahan daging.
 
Terakhir, biasanya keluhan para ibu adalahhhh.. Percuma masak, udah capek-capek masak ga dimakan atau gak habis? Dulunya saya sangattt bete dengan keadaan ini, tapii sekarang, setelah ikut Kursus Online Ibu Profesional dan dibayarin suami ikut Akademi Keluarga Parenting Nabawiyah, saya jadi sadar sama seperti ibadah lainnya, jadikan masak memasak juga ladang ibadah kita sebagai istri dan ibu, jadi niatnya yah karena Allah, maka saat makanan tidak habis, saya hanya berpikir mungkin hrs belajar lagi dan berpikir keras bisa diolah jadi apa ni makanan sisa (seringnya saya campur jadi campuran nasi goreng, aneka lauk yang ga habis, hasilnya… Bundanya makin enduutt)😀
 
 Sekian reportase yang terlambat dari tema “Bunda Cekatan” yang sudah berlalu berbulan-bulan lamanyaaa.. Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s