Sus, sus, Mari Kita Kursus…

Akhir Agustus lalu, di tengah malam yang sunyiii (halah, jadi ini mau cerita kursus atau cerita hantu?) Pas kebangun tengah malam, saya malah iseng buka FB di tab, naahhh tetiba ada seorang teman yang menampilkan hasil masakan dia dari sebuah resep di web komunitas masak natural. Saya langsung buka-buka itu web dan pandangan terarah pada sebuah tulisan kursus masak. Ihiiyy, langsung saya klik, kenapa?? Saya bukan orang yang betah lama-lama di dapur sesungguhnya.. Namun, dalam hitungan bulan, keluarga kecil kami akan hijrah ke sebuah kota kecil di pula terbesar di Indonesia yang konon kaya akan sumber daya laut. Jadi, dengan penuh rasa sok-sokan, saya tancap gas mencatat semua jadwal kursus memasak yang berbau bahan dasar seafood, misalnya siomay, dimsum, mie ayam (ini sebenarnya ga termasuk, tapi karena doyan aja), bakwan malang, dll. Yah, kalau dipikir-pikir, lumayan jadi bekal kali aja nanti ada acara arisan atau kumpul-kumpul apa gituuuhh di rumah bisa masak sendiri dengan menu yang lain dari biasanya🙂

Semua jadwal saya catat rapi, kemudian lapor pada bapak suami di ujung pulau sana🙂 Alhamdulillah, suami ngijinin istri yang sedang hamil 7 bulan ini bergerilya sebelum lahiran ikut berbagai kursus ittuuuuhh.. Tempat kursus di Matraman membuat saya harus naik ojek, angkot kereta, terus ojek atau bajaj lagi. Cihuyy kan.. Demi memasak bahan alami yang enak dan sedap untuk suami dan anak-anak, siapa tahu juga bisa jadi lahan bisnis baruu.. hihi..

Sampai tulisan ini saya ketik, sudah 3 kelas yang saya ikuti.. Semuanya seru, dengan pengajar yang baik hati dan tidak sombong yaitu Ibu Fatmah tercintaah, teman-teman kursus yang setiap sesi ganti tapi tetapp serruu dan cetar membahana.

Saya pikir hanya saya yang punya niat belajar iseng-iseng untuk membahagiakan keluarga, maksudnya dalam hati saya pikir yang lainnya adalah calon chef profesional atau orang yang punya usahaaa, ternyata oh ternyata.. banyak juga mbak-mbak belum nikah yang ikut, bapak-bapak yang bagi tugas sama istrinya, ibu rumah tangga yang ingin memberikan makanan dengan gizi dan rasa terbaik untuk keluarganya. Di hari pertama saya kursus ada 2 orang Ibu yang sehari-hari berdomisili di Qatar dan sedang liburan di Indonesia, trus biasanya memang katanya selalu ada yang dari luar kota. Pernah ada peserta berasal dari Papua dan ngekos di sekitar Manggarai yang usianya sudah 60an lebiih. Ah, menuntut ilmu memang tidak mengenal usia dan batas geografis… Agak menyesal kenapa gak dari dulu belajar masak sehat dan alami beginiiii…🙂 Sekarang, harus semangaaatttt… Bismillah.. Hidup masak dan makan makanan sehat dan bergizziiii..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s