Mama, Gak Boleh Di Depan…

Berhubung si Kaka sdh mulai ikut tahfidz berjamaah di sekolah non formalnya, jadi hari-hari saya sebagai Ibu banyak dihabiskan bersama adek Haidar yang bentar lagi juga dipanggil Mas setelah adek bayinya lahir.. Nah, yang unik dari anak kecil adalah menelan mentah-mentah semua yang didengarnya…

Misalnya, Haidar selalu marah-marah gayya anak kecil saat saya sholat sendiri dan memakai space shaf sholat yang biasa dia tempati. “Mama, mama gak boleh di depan mama, mama kan anak cantik..” Jadi karena tiap kali jama’ah bersama kakaknya kami berdua selalu di belakang Haidar dan menjelaskan bahwa anak ganteng itu shafnya di depan, harus pinter jadi imam๐Ÿ™‚ Nah, jadi kalo ada perempuan yang sholat sendiri pun harus pakai shaf belakang even gak ada anak ganteng di depannya, hihi…

Panggilan Mama ini juga spesial, entah ada waktu-waktu tertentu di mana, anak-anak memanggil saya Mama, tapi bisa juga kadang memanggil bunda, masih labil kali yaa… Kalo Faza malah karena beberapa teman di sekolahnya memanggil bundanya Ummi, kadang dy memanggil saya ummi..๐Ÿ™‚

Kalo Haidar si biasanya pas mau bermanja-manja selalu memanggil saya mama, mama,… terus minta dipangku… Kalo saya perhatikan Haidar ini jauh lebih manja dan lebih dengan sama saya ketimbang kakaknya dulu. Walaupun kalau dibandingkan sekarang-sekarang ini, type kedekatannya berbeda. Haidar dekat dengan saya karena mau manja-manja, cerita-cerita yang penting sampai gak penting, dan alasan tak penting lainnya. Kalau si Kakak akan mendekat ke bunda saat pengen cerita hal-hal lucu, aneh, di sekolah, bertanya tentang sesuatu yang “penting” menurut dia, belajar, dll.

Kedekatan mereka dengan ayahnya berbeda lagi, kayaknya si figur ayah itu mereka anggap lebih superior yah dibanding bundanya ini, soalnya kalo cerita apapun ke sang ayah kayak udah disaring yang penting-penting gitu.. hihi, gak kayak ke bunda yang udah kayak “ember” tempat menampung apapun dari sang anak. Faza, entah karena anak perempuan, atau karena lebih mature lebih paham konteks kangen sama sang ayah, karena kami sedang ber LDR ria๐Ÿ˜€ Kalo ayahnya ga bisa ditelepon pasti tuan putri kecil ini sewot2 sendiri gitu terus memborbardir ayahnya via hangout, WA, atau sms๐Ÿ™‚

Sekarang bundanya sudah mulai gak sabar “kedatangan” satu amanah lagi dari Allah untuk meramaikan keceriaan di rumah mungil kamii.. Sehat-sehat yaaahh adek bayii…๐Ÿ˜€ Ayah, bunda dan kakak2 udah ga sabar nunggu adek bayi lahir, insya Allah dua bulan lagiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s