Cerita tentang Faza dan “Rumah Kedua”nya

Seminggu yang lalu,Faza memulai berinteraksi dg keluarga baru di “rumah kedua”nya.
Mengapa saya sebut rumah kedua? Karena memang “sekolah” yang kami pilih bersama bukan seperti sekolah biasa,bangunannya hanya rumah sederhana,kurikulumnya pun bukan seperti sekolah lainnya. Sehari-hari dari masuk hingga dhuhur hanya diisi dgn muraja’ah dan talaqqi (walaupun kesannya serius tp tetap dilakukan sambil santai terkadang diselipi permainan)
Ba’da dhuhur faza dan teman-teman msh istirahat hingga pukul 13. Pukul 13 baru dilanjutkan dengan materi agama (aqidah,akhlak dan ibadah) dan umum (berhitung, membaca, menulis dan melukis). Semua dilakukan hingga adzan Ashar,kmdn sholat berjama’ah kembali seperti saat sholat dhuha dan dhuhur. Baru kemudian santri pulang. Oh iya, petualangan kami mencari “rumah kedua” untuk Faza ini bisa dibaca di sini.
Menurut saya yang paling menggembirakan adalah kakak-kakak kelas Faza begitu baik hati,selalu memperhatikan Faza sebagai satu-satunya santriwati di kelas satu. Jadi, karena memang bukan sekolah formal di kelas satu angkatan Faza sekarang hanya ada 5 orang santri laki-laki, 5 orang santri perempuan nah, 4 orang lainnya adalah siswa pindahan yang sebenarnya di sekolah sebelumnya mereka sudah kelas 3 dan 4 SD, jadi Faza yang paling mungil. Saya perhatikan saat dua hari pertama menunggui Faza, kakak-kakak kelasnya ini walaupun masih berusia 8-10 tahun begitu keibuan mengayomi Faza yang paling mungil, tanpa disuruh oleh ustadzahnya malah. Saat bermain, selalu mengajak Faza. Saat mengerjakan sesuatu sangat perhatian melihat apakah Faza sudah bisa mengerjakannya atau belum. Sebagai anak pertama, sama seperti Faza, dalam hati saya merasa bahagia, insya Allah Faza juga senang punya banyak kakak-kakak baru yang baik hati dan sholihah..😀

Yang menarik lagi, selama dua hari di sana, saya jadi belajar beberapa permainan sederhana yang menyenangkan namun tetap bisa mengajak anak-anak mencintai Al-Qur’an. Misalnya,

  • Permainan sambung ayat: pada permainan ini, santri diminta duduk melingkar kemudian dimulai dari santri yang duduk di samping ustadzah untuk mengucapkan ayat 1 surat yang akan diulang dilanjutkan ayat berikutnya oleh teman sampingnya dan seterusnya.. Faza senang dengan permainan ini, kenapa? Karena ga usah capek muraja’ah semua ayat katanya, hehe…
  • Permainan cerdas cermat: mirip dengan cerdas cermat biasa namun cara menjawab suara bel setiap kelompok diganti dengan suara Allahu akbar, atau kalimat thoyyibah lainnya dan pertanyaan yang diajukan terkait dengan sambung ayat, sesekali disisipi pertanyaan hitungan, English, Arabic dll. Contoh pertanyaan, lanjutan bunyi ayat Qul huwallahu ahad adalah…… nanti kelompok itu rebutan menjawab..😀

Nah, karena di rumah Haidar masih susah diajak main sambung ayat seperti contoh games 1 tadi, maka yang sering kami mainkan adalah games kedua🙂

Saking bersahabatnya sekolah ini, saat dua hari pertama nungguin Faza, Haidar pun ikutan betah di sana, main di saung, ketiduran di mushola, main di depan kolam ikan, dll. Semoga Faza dan teman-teman istiqomah mempelajari ayat-ayat-Mu ya Rabb… Terima kasih untuk para ustadz dan ustadzah yang demikian berdedikasi mendidik generasi Qur’ani ini…(insya Allah) 20140708_09454520140708_083510

 

Sambil menunggu giliran talaqqi, bermain sambil muraja’ah..

 20140708_081858 20140708_075928

Kumpul bersama dan sholat dhuha berjama’ah

20140708_075637

 

Baris di depan sebelum masuk sholat dhuha sambil mengulang mufrodat (vocabulary) yang sudah diajarkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s