Berkah Mendidik Anak Laki-Laki dan Perempuan

Ini adalah bulan ketiga serial Catatan saya mengikuti Akademi Keluarga di Parenting Nabawiyah. Sesi Mendidik Anak Laki-Laki dibuka dengan pertanyaan:

Jika ada seorang ayah yang rumahnya kebakaran di malam hari saat seluruh keluarganya sedang tidur, apa yang akan dilakukan sang Ayah tersebut?

Walaupun kami para Ibu yang mengikuti sesi tersebut, namun serentak maupun dalam hati kami menjawab, akan berusaha menyelamatkan keluarganya. Ya jelas dong ya.. Mana ada Ayah yang tega nyari laptop dan barang berharga dulu baru nyelamatin anggota keluarga lainnya. Kemudian kami ditanya sekali lagi, yakin jawabannya begitu. Iya, Insya Allah🙂 sok pede😀

Ternyata pertanyaan pembuka itu sebagai ilustrasi bahwa, jika hanya karena api di dunia saja seorang ayah harus sepanik itu menyelamatkan keluarga apalagi untuk melindungi keluarga dari api neraka yang hampir 70 kali lebih hebat dibanding api dunia. Apalagi termaktub jelas di Al-Qur’an:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. 66:6)

Perintah ini ditujukan untuk kalian laki-laki, oleh karenanya tanggung jawab seorang suami dan ayah sangat besar dalam memelihara keluarganya untuk terhindar dari api neraka.

Mendidik Anak Laki-Laki

Yang pertama harus diingat saat mendidik anak laki-laki adalah bahwa setelah baligh seorang laki-laki dituntut menjadi qawwam. Tentang Qawwamah lebih dalam dan juga pembagian peran laki-laki dan perempuan bisa dibaca di postingan sebelumnya di sini. Seperti yang kita ketahui, setiap kali sholat minimal 1 kali kita bershalawat untuk Rasulullah dan juga memohon keberkahan seperti Nabi Ibrahim, dalam hal parenting pun kita bisa sangat meneladani keduanya. Nabi Ibrahim AS tentang bagaimana mendidik anak laki-laki dan kepada Rasulullah tentang bagaimana mendidik anak perempuan.

Dari Nabi Ibrahim ada beberapa pilar utama yang harus kita berikan kepada anak laki-laki kita:

  • Teladan Aqidah, berkaca dari bagaimana Nabi Ibrahim mencari Rabb nya (Al-An’am:74-79) dan Bagaimana beliau berdakwah tauhid (21: 51-59)
  • Teladan Ibadah, mengajarkan ibadah bersama (Al-Baqarah:125-128), totalitas ibadah- kisah penyembelihan Ismail (Ash-Shafat:99-113), ketaatan ibadah hanya untuk Allah terkadang dakwah harus meninggalkan keluarga
  • Teladan akhlak, ingat bahwa sebagai orang tua harus selalu lemah lembut, bahkan Nabi Ibrahim saat menasehati ayahnya yang kafir pun dengan lemah lembut (Maryam:41-45)

Pilar pendukung lainnya adalah:

  • Memilih tempat tinggal yang baik, definisinya apa? (1) Jauh dari lingkungan yang buruk dan (2) dekat dengan masjid agar mendirikan sholat (Ibrahim 37-40)
  • Memakmurkan masjid, ternyata ini merupakan tugas anak laki-laki sebagaimana tersirat di surat 9:18. Mengapa memakmurkan masjid ini wajib? Karena dengan mencintai masjid akan menjadi cahaya jiwa (An-Nuur:36), proses pembelajaran bersosialisasi, pusat ilmu, melatih kemampuan berorganisasi dan tanggung jawab, pendidikan terhadap lawan jenis, dll
  • Memberikan makanan halal, memudahkan anak untuk bersyukur. Saat mmeberikan makanan dan minuman harus diperhatikan kehalalan dari segi zatnya dan sifatnya (diperoleh dari mana) juga kebaikannya dari segi nutrisi, gizi dan tidak merusak kesehatan
  • Pilihkan teman yang baik untuknya, tentu saja boleh untuk mengenal dan berteman dengan semua orang namun pastikan sahabatnya adalah orang yang baik aqidah, ibadah dan akhlaknya.
  • Melatih kekuatan fisiknya dengan cara memperhatikan pola makan dan istirahat juga mengajak anak untuk beraktifitas fisik seperti berkuda, memanah dan berenang.
  • Memperkaya diri dengan ilmu, misalnya: terbiasa membaca, menulis, menganalisa, dasar ilmu agama dan non-agama (sains), ilmu alat (bahasa asing), serta spesialisasi bidang tertentu.

Kami juga diingatkan bahwa rezeki mendapat amanah anak tidak diberikan kepada semua orang, oleh karena itu amanah tersebut harus dijaga sebaik-baiknya. Ingat bahwa anak kita terlahir dengan fitrah Islamnya, sehingga minimal saat anak kita dipanggil kembali oleh Allah setidaknya anak kita tersebut harus tetap dalam keadaan Islam.

Jangan berharap punya anak sholeh jika sebagai orang tua kita belum sholeh #self talk. Saat ingin memiliki anak penghafal Qur’an maka sebagai orang tua setidaknya kita terlihat berusaha keras menghafal Qur’an juga.

Karena sudah panjang banget, untuk sesi mendidik anak perempuan akan dilanjutkan di postingan berikutnya yaaa…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s