Harmonisasi Suami Istri dan Peranan Wanita (Serial Akademi Keluarga)

Masih ingat dengan serial posting akademi keluarga sebelumnya? Bulan Juni ini, tema yang kami pelajari ada dua yaitu Harmonisasi Suami Istri dan Peranan Wanita Mencapai Surga. Bagaimana mimik saya selama belajar di Akademi Keluarga kali ini? Masih tidak jauh berbeda dari sesi-sesi sebelumnya🙂 Banyak terbengong dan tercenung, menyesali beberapa sikap yang sebelumnya dilakukan.

Harmonisasi Suami Istri

Apa kira-kira yang ada di benak kita saat mendengar kata harmonis? Saat ditanya oleh Ustadz Arief yang mengisi materi tersebut, saya menjawab bahwa harmonis itu serasi, selaras, dalam bayangan saya sendiri kalau ada pasangan yang harmonis itu pasti mereka rukung sekali, jarang bertengkar, terlihat saling saying menyayangi, mesra pokoknya dambaan setiap pasangan J Nah, ternyata harmonis itu tidak selalu baik lho… Kenapa? Karena walaupun berkonotasi positif, akan sangat mengerikan jika ada pasangan yang kompak dan harmonis dengan visi misi untuk menciptakan keburukan. Contohnya siapa? Abu Lahab dan istrinya adalah pasangan yang sangat harmonis, namun harmonis untuk menghancurkan Islam dan menghina Rasulullah SAW.

Contoh pasangan yang tidak harmonis pun cukup banyak, misalnya Nabi Nuh dan istrinya, Nabi Luth dan istrinya, serta Fir’aun dan Asiyah. Na’udzubillahi min dzalik, mari kita belajar dari istri-istri Rasulullah yang menciptakan keharmonisan di keluarganya.

  • Khadijah: Beliau selalu mendukung tugas mulia suami, menjadi tempat suami mendapatkan kenyamanan saat ada sesuatu yang kurang menyenangkan di luar, dan juga melahirkan dan mendidik anak-anak yang menyejukkan pandangan mata suami.
  • Aisyah: Menjadi teman berdiskusi, pembelajar sejati, cerdas dan berilmu.
  • Zainab: Beliau dikenal sebagai Ibu Orang Miskin, bagaikan duplikasi dari sang suami yang juga sangat dermawan.

Jika biasanya di awal pernikahan kebanyakan pasangan terlihat sangat harmonis, lama kelamaan keharmonisan tersebut bisa goyah karena beberapa hal, antara lain:

  • Salah satu atau keduanya mulai membenci kebaikan, secara naluriah manusia menyukai hal – hal yang baik. Jadi, ketika salah satu dari kita ada yang mulai tidak suka terhadap hal-hal yang baik, maka wajib berhati-hati.
  • Dholim atau pergaulan yang rusak
  • Kecemburuan yang tidak tepat. Sebagai istri terkadang kita cemburu terhadap kesibukan suami di luar dunia kerja, misalnya seperti saat punya kesibukan dakwah dan kesibukan positif lainnya. Namun perlu diingat bahwa selama kesibukan tersebut positif dan suami masih bisa memberikan waktu yang efektif dalam memimpin keluarga, seharusnya kita berusaha mendukung sepenuh hati.

Peranmu Surgamu

Ada yang tahu atau ingat ada berapa perempuan yang tercatat di Al-Qur’an. Dari data riset yang dilakukan oleh Ustadzah Poppy, terdapat 20 perempuan yang tercatat di dalam Al-Qur’an. Siapa saja mereka dan apa saja perannya?

  • Sebagai pribadi: Maryam Ratu Balqis, 2 Perempuan yang bertemu Musa, Saudara perempuan Musa
  • Sebagai istri: Hawa, Istri Nuh, Istri Luth, Sarah, Hajar, Zulaikha, Asiyah, Istri Imron, Istri Zakaria, Hafsah, Aisyah, Zainab, Istri Abu Lahab, Khaulah binti Tsa’labah
  • Sebagai Ibu: Hawa, Sarah, Hajar, Ibunda Musa, Istri Imron, Istri Zakaria, Maryam

Lebih lengkap tentang detail peranan masing – masing wanita yang tercatat dalam Al Qur’an tersebut dapat dilihat di post terpisah di sini.Peran Wanita

 

Dari grafik di atas, terlihat bahwa peran yang paling banyak adalah sebagai seorang istri, sehingga wajar jika sebagai wanita ketika sudah menjadi seorang Ibu pun tetap diminta untuk menyeimbangkan peranan sebagai pribadi dan sebagai istri.

Apa saja lebih detail tentang peranan tersebut?

  • Sebagai pribadi tentu saja kita bertanggung jawab atas diri kita, dakwah pribadi, ibadah pribadi. Contoh yang paling teladan tentu saja Maryam
  • Sebagai istri, peran utama kita adalah menciptakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, seperti yang telah ditulis juga di posting ini. Besarnya porsi peran sebagai istri menunjukkan bahwa walaupun sudah memiliki anak kita tetap harus memiliki waktu dan perhatian untuk suami tercinta…
  • Sebagai Ibu, peranan utama sebagai pendidik anak-anak dan teladan bagi mereka bersama sang ayah menjadi sangat penting mengingat porsi keluarga di usia emas anak begitu dominan.

Semoga keluarga kita selalu harmonis menuju kebaikan yang ditunjukkan oleh Allah, dan sebagai wanita bisa menjalani setiap peran tersebut sesuai porsi dan kebutuhannya masing-masing.

 

2 thoughts on “Harmonisasi Suami Istri dan Peranan Wanita (Serial Akademi Keluarga)

  1. Pingback: Fungsi Rumah dalam Islam | Me, The World, and The Stories

  2. Pingback: Belajar Menjadi Muslimah Profesional | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s