Sekali Lagi tentang Manajemen Keuangan Keluarga

Ahad lalu, alhamdulillah lanjutan kajian rutin bulanan untuk para ibu atau calon ibu di sekitar Jabodetabek yang beririsan dengan kegiatan PPSDMS kembali digelar, kali ini temanya adalah Manajemen Keuangan Keluarga Islami. Karena datang agak terlambat dan cukup terpukau oleh beberapa reminder mengenai perencanaan keuangan keluarga, beberapa poin ini saya catat dari summary yang dibuat oleh Scientia Afifah. Kajian bulan sebelumnya dapat dibaca di sini. Berikut adalah poin-poin dari diskusi bersama Mbak Kiki (Kaukabus Syarqiyah dari QM Financial):

Image

  • Catat, catat, catat, aset yang dimiliki oleh keluarga baik yang atas nama istri maupun suami. Jangan lupa juga untuk sellau mencatat dengan detail pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan setiap harinya. Kenapa ini penting? Sama seperti analogi manajemen keuangan bisnis, bagaimana kita mau mengevaluasi dan meningkatkan kinerja keuangan keluarga kita jika kita tidak pernah tahu persis berapa masing-masing jumlah item pendapatan dan pengeluaran. Jika hanya mengandalkan ilmu “kira-kira” maka yang terjadi adalah bisa jadi kita “merasa” kaya atau bahkan “merasa” miskin. Tidak ada yang lebih baik dari kedua hal tersebut, jadi yang terbaik adalah membiasakan diri rutin mencatat🙂
  • Jika sulit mencatat, ada alternatif cara lainnya yaitu mengelompokkan uang-uang sesuai posnya dan anggarannya kmdn tertib menggunakan uang sesuai posnya. Jika dilakukan secara disiplin otomatis kita jadi mengetahui berapa realisasi penggunaan dana setiap pos setiap bulannya. Saya pribadi, karena agak kesulitan menyimpan semua dana cash di masing-masing dompet atau amplopnya memadukan kedua cara tersebut ada yang menggunakan catatan ada yang dipisahkan di dompet. Nah, teman-teman juga bisa mengkreasikan cara pencatatan atau pengelompokan lainnya yang sesuai dengan habit masing-masing, yang penting objective analisisnya tercapai.
  • Ada masanya tidak cukup lagi sekedar menabung/deposito, tp sudah hrs beralih ke investasi. Kenapa karena namanya inflasi akan sangat sulit dilawan dengan produk tabungan dan deposito, lagipula dengan investasi riil maka uang kita tidak akan mengendap secara pasif namun lebih aktif diputar untuk kebutuhan orang banyak (walaupun di bbrp produk perbankan juga memungkinkan dana kita dihimpun untuk disalurkan ke sektor riil)
  • Saat akan melakukan investasi, hrs diingat bahwa resiko berbanding lurus dengan jangka waktu investasi yg kita pilih. Jadi sesuaikan dulu tujuan yang ingin dicapai, berapa lama waktu yang diperkirakan untuk kebutuhan dana tersebut baru memilih produk yang sesuai. Idealnya target jangka pendek difasilitasi oleh produk yang profil risikonya rendah, begitu sebaliknya.
  • Pendidikan finansial utk anak, latih anak utk membagi uang ke dalam tiga bagian: sharing to others (infaq dan sodaqah), menabung, dan belanja. Wkt kecil kita dibiasakan utk menabung tp tdk dilatih utk belanja, akhirnya ktk besar pny uang sendiri, jd ‘liar’ belanja. Tentang ini dapat juga membaca referensi dari tulisan sebelumnya di sini.
  • Beri label untuk setiap aset yang kita miliki. Misalnya tabungan A, untuk dana darurat. Tabungan B, untuk dana liburan dan belanja. Tabungan C, untuk membeli tambahan aset properti. Reksadana A, untuk tabungan pendidikan tinggi anak pertama dan kedua, dana di produk investasi B untuk dana pensiun, dll.
  • Salah satu cara meningkatkan income keluarga adalah dengan berbisnis. Kalau mau memulai bisnis, mulailah dari yang kita suka, dari yang kita punya, dan lihat tabiat industrinya (kira2 akan break even point atau kita mulai bs mengambil keuntungan di bulan ke berapa) agar dapat memperkirakan dana darurat untuk keluarga. Harus total jangan setengah-setengah🙂

Well, semoga bermanfaat dan mampu mengingatkan kembali kita sebagai istri dan ibu untuk menjadi manajer keuangan terbaik bagi keluarga kita tercinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s