Waspada Flu Singapura (HFMD)

Saat anak-anak demam tinggi, ada banyak kekhawatiran yang timbul (apalagi kalau tanpa disertai batuk dan pilek) bisa jadi typhus, DBD, atau beberapa kemungkinan lainnya. Saat Haidar demam selasa siang lalu (22 Apr 2014) tdk biasanya suhunya mencapai 39,8. Karena sudah sering berhadapan dengan demam saya hafal bahwa biasanya yang suhunya ekstrim tinggi adl Faza bisa sampai 40 lebih, sementara Haidar biasanya separah-parahnya hanya berkisar di 38,5. Berusaha tenang di hari pertama, walaupun mulai lemas di sore hari, tapi paginya fine. Rabu siang demam lagi di atas 39,5 juga. Saya dan suami mulai was was karena sedang musim DBD. Kamis pagi, kami pun periksakan Haidar ke dokter setidaknya agar bs dites DBD lebih awal jika memang dicurigai DBD karena tdk ada batpil sama sekali.

Ternyata saat diperiksa tenggorokannya banyak bintik putih melenting-lenting bernanah, berarti infeksi cukup parah. Saya menambahkan ada bintik-bintik juga di bagian pantat, karena saat dimandikan tadi pagi, Haidar menangis, sakit bunda sakit, haidar pun diberi salep. Kami pulang dengan agak lega, setidaknya bukan DBD.

Malamnya, Haidar kembali demam walaupun dnegan suhu tidak sepanas sebelumnya. Kali ini saat diperhatikan oleh suami di tangannya ada bintik-bintik merah, weits langsung panik dan menuju UGD. Di sana, saat diperiksa oleh dokter jaga, si dokter menggumam, “jangan-jangan flu singapura”. Dicek juga kakinya, ternyata mulai bermunculan juga bintik-bintik merahnya. Makin yakinlah si dokter bahwa Haidar positif terkena flu singapura atau disebut juga Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD. Setelah dijelaskan singkat mengenai penyakit ini dan treatment yang harus dilakukan, kami pun dibekali dengan obat anti virus dan vitamin. 

Karena masih terbingung-bingung, gimana cara memisahkan adek dan kakak yang begitu akur ini saat mau tidur (sementara HFMD bisa menular melalui udara dan cairan dari bintik ataupun cairan yang keluar dari mulut), memisahkan juga dari bunda yang sedang hamil muda, juga obatnya perlu diminum atau tidak. Maka saya pun ber-browsing ria serta menelepon dokter anak langganan kami yang pro RUM dan objektif saat memberikan obat. Inilah hasil mencari tahu tersebut, semoga bermanfaat.

Flu Singapura (HFMD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus (Coxsackie A / B , enterovirus, echovirus) yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai flu singapura / penyakit kaki tangan dan mulut. 

Penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada dan sejak itu terdapat banyak kejadian penyakit ini di seluruh dunia. Dinamakan Flu Singapura karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura. Umumnya menyerang anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal dengan virus ini (coxsackie ,enterovirus dll). Masa inkubasi (periode mulai dari terinfeksi sampai timbul keluhan) adalah 3 sampai dengan 7 hari dan dapat sembuh sempurna 7 – 10 hari.

Cara penularan langsung penyakit ini dapat melalui droplet (cipratan/riak cairan) saat batuk, air liur, feses, dan cairan kulit, dan secara tidak langsung dapat menular melalui kontaminasi cairan.

Gejala klinis Flu Singapura atau HFMD antara lain demam yang berlangsung 2 sampai dengan 3 hari, nyeri tenggorokan (kemerahan, lenting, atau sariawan), dan kelainan di kulit berupa vesikel kemerahan (lenting)/ kubah kecil berisi cairan bening pada sekitar mulut, kaki, tangan, dan daerah bokong yang timbul 1-2 hari setelah demam.

Diagnosis HFMD tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium spesifik, hanya pemeriksaan laboratorium tertentu sesuai indikasi. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil spesimen/sampel dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal, dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen, atau biopsi otak.

HFMD merupakan self limitting disease (sembuh dengan sendirinya), penanganan dan pengobatan penyakit ini tidak memerlukan antibiotik. Lakukan tindakan supportif dengan memberikan cairan dan nutrisi yang cukup, obat penurun panas (paracetamol atau ibuprofen) jika disertai demam, dan istirahat yang cukup.

Jangan beri makanan atau minuman yang pedas, asam, atau bersoda, namun diperbolehkan memberikan minuman yang dingin seperti es krim, air dingin, dan air es yang dapat mengurangi rasa sakit di mulut. Cegah dehidrasi dengan memberikan intake cairan yang cukup, karena jika anak menderita penyakit ini, anak malas minum dan makan akibat susah menelan. Berikan makanan yang lunak/lembut agar anak tidak terlalu lama mengunyah. Pada anak yang besar dan sudah bisa berkumur, dapat diberikan cairan kumur antiseptik/analgetik.

Pencegahan penyakit Flu Singapura/HFMD dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan setelah beraktivitas, menutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk, menghindari menggunakan alat alat yang sama yang digunakan oleh penderita, membersihkan peralatan yang telah terkontaminasi dengan air liur anak yang terinfeksi seperti mainan anak, permukaan meja, kursi dan lantai, dan jika anak menderita atau terinfeksi, hindari tempat tempat keramaian seperti kolam renang dan fasilitas umum lainnya serta jagalah kebersihan lingkungan. (sumber :dr. Fatimah Zahro, Tim Dokter Umum RSIA Kemang Medical Care

Hasil menelepon Dr. Intan Tumbelaka (dokter favorit anak-anak kami yang juga putri dari alm Dr Alan Tumbelaka yang juga dari dulu langganan kami periksa untuk anak-anak):

1. Obat anti virus dan suplemen tambahan tidak perlu, karena menurut dr Intan dari observasi selama ini insya Allah antibodi Haidar cukup baik untuk melawan virus tersebut

2. Kalaupun tidak bisa dipisahkan dengan si kakak, hindarkan kontak udara dan cairan seperti memastikan mereka tidak berbagi peralatan makan, atau makanan di wadah yang sama, si kakak pun harus dijaga stamina nya, karena kalau saat staminanya kuat insya Allah resiko tertular kecil

3. Untuk bunda, jika memang di waktu-waktu tertentu Haidar nempel banget, perhatikan hal yang sama seperti si kakak, saya juga membeli masker untuk berjaga-jaga.

Alhamdulillah, di hari ke-7 ini bintik-bintik sdh berkurang dan mulai kering, tidak demam lagi sejak hari ke4, yang paling kasihan adalah karena Haidar harus diisolasi dulu ga bs main sama temen-temen tetangga rumah khawatir mereka tertular.

Semoga bermanfaat dan anak-anak sehat teruuus… aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s