Mewujudkan Mimpi dengan Ikhtiar dan Doa

Saya dan suami sangat berbeda pada banyak hal, saya sangat suka jalan-jalan dan belanja dari yang penting sampai yg tdk penting, dia tidak suka. Dia bisa menamatkan buku yg tebalnya ngalah2in hak sepatu tertinggi yg saya punya dengan tema yg tdk kalah berat dengan sekarung beras dengan cepat, saya hobinya bacaan2 ringan, dan masih banyak lagi perbedaan lainnya🙂. Namun kami punya beberapa mimpi yang sama, salah satu kesamaan mimpi kami adalah ingin mengabdi di sebuah sekolah agama yang dikelola profesional dan mampu melahirkan generasi-generasi Qur’ani sebagai ladang jariyah kami nantinya, Insya Allah…

ImageBagi saya pribadi, kayaknya mimpi itu baru bisa terwujud setelah kami free secara financial, memiliki dana sosial tak terbatas, tdk lagi memiliki tanggungan sana – sini, daaan itu seharusnya masih lama sekali dan jauh dari waktu sekarang ini. Namun, sekali lagi Allah menunjukkan kuasa-Nya. Sama sekali tidak salah ketika Ia berfirman bahwa jika Allah memutuskan terjadi maka terjadilah. Awalnya, Feb 2009 lampau kami memberanikan diri membuka taman baca di garasi kami yang masih kosong dengan bermodal bbrp buku bacaan yang kami punya dan donasi dari berbagai pihak, saya masih ingat sekali bagaimana saya dan suami mengendarai motor membawa dua kardus buku dan sekotak mainan donasi dari seseorang yang tdk kami kenal sebelumnya. Donasi kebanyakan kami dapatkan dari bbrp org yg memang berhati baik dan membaca email yg kami sampaikan secara masal ke beberapa grup.
Nah, Juli 2013 lalu, karena kami diberi kepercayaan utk menjadi sukarelawan pengelola TPA di masjid dekat rumah maka taman baca pun kami pindahkan menjadi perpustakaan TPA di masjid tersebut. Atas rahmat Allah pula, selama membantu pengelolaan TPA tersebut ada banyak sekali kemudahan dan bantuan yang diberikan oleh-Nya sehingga dari pihak yayasan masjid tersebut terus mendukung program – program yang kami rencanakan.
Puncaknya adalah hari ini, saat kami menerima undangan dari yayasan bahwa ada rencana utk pemanfaatan eks-gedung TK yang cukup luas untuk difungsikan sebagai lahan TPA dan Diniyah selanjutnya karena lantai 2 yang selama ini kami gunakan untuk belajar agama di sore hari makin hari makin banyak santrinya, alhamdulillah.. Saat membaca surat tersebut, tak terasa air mata bahagia saya menetes sampai Faza bertanya kenapa bunda menangis? Bunda menangis karena bahagia kak, ternyata Allah begitu baik. Kita sekeluarga tidak perlu menunggu hingga begitu mapan untuk dapat membaktikan diri kita di sebuah sekolah agama yang kita mimpikan. Bahkan sudah ada donatur yang bersedia menyumbangkan dana pembangunan awal sebesar 200juta rupiah untuk merenovasi bangunan eks-TK yang akan digunakan tersebut.

Image

Terima kasih ya Allah, semoga Engkau terus merahmati langkah kami, memudahkan terwujudnya rencana-rencana yang baik menurut Engkau, menunjuki kami jalan yang lurus yang Engkau ridhai, aamiin.

*Ditulis dengan segenap rasa syukur dan suka cita… Apalagi hari ini, setelah menerima sumbangan buku dari rekan Mas Husni teman suami, kami mendapat kabar bahwa insya Allah ada 2 paket buku senilai masing-masing 30 juta yang akan kami terima besok dari hamba Allah yang baik hati.. Terima kasih ya Rabb…

3 thoughts on “Mewujudkan Mimpi dengan Ikhtiar dan Doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s