Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 2 of 4)

Image

Berbeda dengan saat sharing tema yang cukup populer terkait keuangan, saat menulis lebih detail tentang mengenal laporan keuangan di sini, tak banyak pertanyaan yang muncul.. Separuh hati saya menjawab mungkin tema ini terlalu cetek, namun separuh lagi berkata jangan-jangan tema detail semacam ini kurang pas disampaikan melalui tulisan, harus dengan tatap muka langsung dan bebas menggunakan semua indera yang ada untuk memahami “makhluk” macam apakah laba rugi dan neraca ini?😀

Seperti yang telah sangat saya dambakan dan juga mimpi ini berulang kali saya ceritakan kepada beberapa teman, nantinya saya ingin kumpulan tulisan ini bukan sekedar berupa susunan huruf alphabet, apalagi kalau jadi huruf hijaiyyah, lebih sulit lagi pahamnya, tapi saya ingin perlahan mengubahnya menjadi video tutorial (dalam bayangan saya bentuk itu akan lebih bersahabat bagi beberapa pengusaha UKM yang tidak punya basic ekonomi sama sekali), saat ini masih belajar dan belajar. Nah, sambil saya belajar, semoga tulisan di posting hari ini bisa memudahkan teman-teman yang sebelumnya kurang paham dengan istilah “neraca” yang saat ini akrab juga dipanggil “Laporan Posisi Keuangan”.

Berbeda dengan laporan laba rugi yang sudah saya jelaskan berbusa-busa di artikel sebelumnya, neraca memiliki ke-khas-an hasil potret sebuah kamera. Jadi jika tertulis di neraca per 31 Desember 2013, jangan pernah berharap per 1 Januari 2014 akan selalu sama persis mendekati posisi keuangan perusahaan yang nampak di hari sebelumnya, dalam hitungan detik pun yang namanya Neraca sangat mudah berubah jika UKM tersebut melakukan transaksi yang siginifikan.

Nah, apa saja sih item yang ada di Neraca, secara garis besar hanya ada 3 macam item di neraca pertama Aset (Harta), kedua Utang (Kewajiban) dan yang terakhir Modal. Sehingga, rumus yang ada adalah Harta = Utang + Modal

Karena harta yang dimiliki oleh suatu perusahaan hanya mungkin didapat dari dua sumber yaitu utang kepada pihak lain atau modal sang pemilik.

Wah.. Sederhana sekali ya?? Betul, memang sangat sederhana konsepnya, terutama untuk usaha yang belum terlalu banyak transaksi dan tidak punya beraneka jenis aset, utang dan modal. Lho, memang ada jenis-jenisnya?? Ada dong. Detailnya kita perhatikan di bawah ini ya..

Image

Nah, keliatan kan ya? Aset secara garus besar dibagi menjadi 2, aset lancar dan aset tidak lancar. Maksudnya apa? Aset lancar didefinisikan sebagai aset yang sangat mudah dikonversi menjadi kas atau uang tunai, diurutkan dari atas ke bawah di mana semakin atas posisinya semakin mudah dikonversi menjadi kas. Yang termasuk aset lancar antara lain: kas, piutang, persediaan bahan baku, persediaan barang dagang, perlengkapan, atau beban dibayar di muka seperti sewa ruko selama 1 tahun harus dibayar di awal maka dikategorikan sebagai beban dibayar di muka, dll. Aset tidak lancar adalah aset tetap yang biasanya berupa benda, bangunan bahkan aset tidak berwujud yang diperkirakan usia manfaatnya lebih dari 1 tahun. Contohnya apa? Komputer, etalase, motor, dll.

Sudah paham tentang aset sekarang kita melanjutkan ke item kedua yaitu Utang. Utang ini juga biasanya dibagi dua utang lancar, yaitu utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun dan utang tidak lancar yang periodenya lebih dari 1 tahun. Jenisnya pun beraneka macam, kalau utang kepada supplier maka biasanya disebut utang dagang atau utang usaha, kepada bank disebut sebagai utang bank, utang kepada UKM lain yang masih berafiliasi disebut utang afiliasi, dsb.

Yang terakhir adalah komponen modal, saya tidak akan menjelaskan tentang jenis-jenis saham yang mungkin muncul karena itu teknis sekali (baca:rumit) namun hanya menitikberatkan beberapa jenis sub item yang muncul di bagian Modal. Ada modal pemilik yang memang mengindikasikan berapa rupiah nilai modal dasar yang dimiliki pemilik atau pemegang saham, kemudian ada laba ditahan yang merupakan akumulasi dari laba-laba periode sebelumnya yang tidak digunakan untuk ekspansi usaha maupun pengambilan pribadi oleh pemilik, kemudian ada juga pengambilan pribadi pemilik, ketika pemilik mengambil aset dari perusahaan di luar gajinya sebagai manajemen atau direksi, terakhir ada juga yang disebut laba tahun berjalan yang merupakan angka laba yang diperoleh pada tahun berjalan.

Semoga artikel ini mampu memberikan gambaran sederhana terkait jenis laporan keuangan kedua yaitu neraca, seperti biasa jika ada yang ingin didiskusikan silakan komen di blog ini atau kirim email ke: keuangan.ukm@gmail.com

Oleh: Naila M Tazkiyyah

IN Consulting – Solusi Penyusunan Laporan Keuangan, SOP dan Analisis Perpajakan bagi UKM

2 thoughts on “Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 2 of 4)

  1. Pingback: Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 3 of 4) | Me, The World, and The Stories

  2. Pingback: Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 3 of 4) | IN CONSULTING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s