Practice Makes Permanent: Membiasakan Merapikan Mainan dan Berinovasi dengan Alat Seadanya

Play is the only way the highest intelligence of humankind can unfold-Joseph Chilton Pearce

Januari lalu, yang seharusnya jadi bulan leha-leha untuk beberes rumah mengatur tema baru untuk layout rumah dan lain-lain ternyata hanya bisa menguap jadi mimpi.. Hehe… Karena ada 4 klien baru, membereskan laporan akhir kerjaan di kantor lama, serombongan tamu dari Surabaya, nikahan adik, dan berbagai pernak pernik lainnya… Walhasil kerjaan saya di luar waktu bermain dan belajar bersama anak-anak adalah utak-atik deadline kerjaan… Uph…

Hari ini setelah deadline yang ada satu persatu selesai, mau borong nulis, insya Allah..

Yang paling fresh adalah yang saya alami sepanjang siang ini bermain bersama kiddos… Walaupun kadang masiiihh susah banget mengajak mereka membereskan sampai beres.. ress.. ress.. mainan yang abis dipakai. Siang ini saya menemukan formula yang pas (untuk anak2 saya sendiri terbuktinya, semoga it works untuk anak-anak lain) bagi mereka, harus ada permainan baru juga saat mengajak membereskan mainan, suatu waktu pakai metode operasi semut, kadang pakai metode role play, nah jadi yahh sebelum itu permanen di diri mereka, kita sebagai orang tua selayaknya mengasah kreatifitas kita dalam mengajak mereka membiasakan berbagai aktifitas positif.

Sejujurnya dalam sehari bisa puluhan lho jenis permainan yang dimainkan kiddos di rumah, tapi tentu saja semuanya gak harus pakai alat ya… Misalnya, seharian ini kami main si buta, lompat tali dengan karet gelang yang di jalin, main tarik tambang dengan selendang yang dulu saya pakai untuk gendong Haidar😀, belajar huruf dari poster untuk Haidar sambil nyanyi ABC, belajar berhitung sambil nyanyi 5 little ducks, sekolah2an, sholat jama’ah (ini bagian dari bermain karena mereka sambil praktek adzan, iqomat, dll), mandi sambil mandiin ikan2an, jemur ikan yang habis mandi, pokoknyaaa banyaaakk.. ;D

Nah, siang tadi Haidar asyik bermain gunting kertas menjadi aneka bentuk yang dia karang sendiri misal menurut dia pesawat padahal bentuknya lbh kyk segitiga lancippp, tentu sajaa harus tetap berkata dengan riang “wahh hebat banget yah adek bisa bikin pesawat model baru, insya Allah adek nanti bs jadi pilot hebatt ya..” setelah habis kertas-kertas yang digunting Haidar bergegas mengambil kumpulan lego favoritnya. Saat itulah tantangan bagi kami sebagai orang tua, supaya anak-anak mau membereskan mainan padahal sudah ga sabar buka mainan lain. Walhasil, role play yang kepikiran adalah membuat gunung kertas dan menyapu serta membuangnya ke tempat sampah, jangan lupa sambil dihitung, karena biasanya anak-anak akan lebih excited kalau ada deadline nya, hehe.

Image

 

Berlomba beresin guntingan kertas dengan housekeeping mini untuk si adek dan dengan manual tangan untuk si kakak.

 

Image

 

Setelah bersih baru boleh mainan lego… Tentunya dengan beberapa suara “ini punya aku dek” hwaa adeknya nangis, kakaknya mau ngalah sebentar terus berantem lagi, nangis lagi, ketawa lagi.. Kayaknya anak-anak memang diciptakan untuk meramaikan dunia..😀

 

 

 

Image

 

Bosan bermain lego, kasur-kasur diambrukin dan dimodifikasi lego yang ada jadi aneka kendaraan untuk melewati track yang mereka ciptakan sendiri🙂

Terima kasih ya Rabb, telah memberikan kami anak-anak untuk memberi warna dalam setiap detik yang kami jalani, semoga warna yang ada bukan sekedar warna untuk memperindah dunia namun juga warna yang dapat tergurat jelas dalam memberikan kontribusi positif untuk kemajuan ummat, aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s