Membangun Corporate Identity bagi UKM

Bagi Anda yang sering menggunakan taksi, apakah suka memperhatikan, kenapa para supir Blue Bird suka menjulurkan kepalanya ke bangku belakang secara otomatis ketika pengguna taksi telah keluar dari taksi? Ternyata mereka secara refleks mengecek apakah ada barang yang tertinggal.  Dan bukan sebuah rahasia, telah banyak barang tertinggal dari konsumen Blue Bird yang dalam 24 jam telah kembali lagi ke pemiliknya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa sebuah perusahaan taksi berhasil membangun karakter drivernya hingga sedemikian rupa. Blue Bird berhasil membangun karakter pengemudi yang merupakan ujung tombak perusahaan dengan sangat baik. supir taksi blue bird terkenal sebagai driver yang jujur, mempunyai teknik mengemudi yang handal, kesopanan yang terjaga dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas yang menjadi jaminan keamanan dan keselamatan penumpang.

Itulah salah satu kunci sukses dari Blue Bird menjadi perusahaan taksi terpercaya diantara ratusan perusahaan taksi di Indonesia. Pada saat kita memerlukan taksi, maka dalam sekejap top of mind yang muncul adalah Blue Bird, ya kan?

Tentu saja karakter pengemudi tersebut tidak dibangun dalam waktu sesaat,  Blue Bird mengasah karakter drivernya selama bertahun-tahun. Blue Bird dengan sabar mengasah sisi karakter pengemudinya yakni kedisiplinan dan kejujuran.

Blue Bird berhasil membangun Corporate Identity dengan citra yang positif. Citra positif merupakan syarat mutlak bagi organisasi yang ingin sukses tumbuh dan berkembang. citra yang baik bukan hanya menarik konsumen untuk memilih produk, tapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan. Pada akhirnya reputasi positif berperan besar dalam meningkatkan penjualan dan bisnis bagi perusahaan.

Citra itu sendiri dapat berperingkat baik, sedang dan buruk. Citra buruk dapat melahirkan dampak negative bagi operasi bisnis perusahaan dan juga dapat melemahkan kemampuan perusahaan bersaing. Membangun citra positif tentu saja membutuhkan proses yang panjang, karena hal ini merupakan hasil akumulasi semua persepsi yang dibentuk oleh konsumen berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan perasaan konsumen terhadap layanan perusahaan.

Dengan melihat contoh yang telah dilakukan oleh Blue Bird, maka bagaimana UKM membangun Corporate Identity yang positif sehingga kelak menjadi keunggulan bersaing dalam persaingan usaha. Simak tips berikut:

 1. Rekruitmen

Kita perlu memastikan bahwa kandidat yang masuk mempunyai karakter dan rekam jejak yang baik.  Di dalam proses perekrutan karyawan Blue Bird, salah satu yang dinilai ialah sikap baik (good attitude). Di Blue Bird catatan mengenai rekam jejak lampau karyawan begitu pentingnya, karena karyawan merupakan aset yang sangat penting bagi organisasi. Dengan karakter karyawan yang baik, perusahaan pun bisa lebih mudah membina, melatih dan bekerjasama dengan karyawan.

2. Pelatihan dan Training

Di blue bird Integritas para driver tidak akan terbangun dalam waktu sesaat tapi tempaan pelatihan dan nilai-nilai budaya perusahaan yang telah diinternalisasikan sejak rekruitmen selama bertahun-tahun. Blue Bird melatih kejujuran dan disiplin lewat contoh dari manajemen dan pelatihan mengenai pelayanan prima kepada pelanggan secara continue, terkontrol dan berkesinambungan.

3. Budaya perusahaan

Dengan pendekatan kekeluargaan, membangun tata nilai integritas dan kejujuran serta kedekatan antara pimpinan dan bawahan, manajemen Blue bird berupaya selalu aspiratif dengan usulan karyawan, membangun dialog dua arah, memperhatikan kebutuhan karyawan.  Selain itu manajemen Blue Bird pun bersikap tegas dan keras kepada karyawan yang tidak jujur, segala praktik kecurangan akan ditindak tegas, sehingga dari sana terbangun budaya jujur dan integritas. Itulah kenapa banyak barang konsumen yang tertinggal di taksi dapat segera kembali ke pemiliknya.

UKM dapat belajar dari Blue Bird bagaimana membangun karakter karyawan dengan kejujuran dan disiplin yang teruji yang pada akhirnya membentuk coporate identity yang positif bagi organisasi. Karyawan pada UKM tidak lagi sekedar pelengkap kegiatan usaha, melainkan menjadi ujung tombak citra organisasi. Pelayanan prima dari karyawan UKM akan membentuk persepsi positif konsumen kepada UKM itu sendiri, sehingga akan membentuk sebuah reputasi positif bagi organisasi.

Corporate indentity  yang bernilai positif merupakan salah satu aset terpenting yang selayaknya terus dibangun dan dipelihara, bukan hanya memberikan kesan positif pada konsumen, tapi ketika membangun corporate identity, organisasi dapat membedakan dirinya dari perusahaan kompetitor dengan reputasi yang baik.

Oleh: Asep Tri Wahyudi

www.galericantikstore.com

www.fb.com/galericantikstore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s