Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 1 of 4)

Get Closer to Your Business Analysis

Get Closer to Your Business Analysis

Saat menulis post ini, saya teringat diskusi hangat bersama teman – teman UKMC FEUI dan tim business banking group sebuah bank pemerintah ternama bahwa laporan keuangan adalah “Salah Satu Modal Awal Bisnis untuk Naik Kelas”. Betapa banyak klien saya, menemukan “AHA Moment”-nya masing-masing setelah melihat angka-angka fantastis di balik strategi yang mereka jalankan. PT. ABC (bukan nama sederhana) misalnya dengan memahami tren laporan keuangan bulan per bulan yang dimilikinya jadi mampu menghemat puluhan juta biaya persediaan yang dimilikinya, PT. DEF memiliki pengalaman yang berbeda karena setelah melihat laporan keuangannya baru disadari bahwa pendapatan utamanya justru bukan berasal dari main business yang selama ini dijalani, sehingga setelah fokus meningkatkan “produk sampingan”nya justru omzetnya meledak besar-besaran, contoh terakhir yaitu PT. GHI menemukan hikmah yang berbeda karena dengan omzet yang sama setelah melihat angka-angka laporan keuangan usahanya keuntungan bersih yang diperoleh bisa naik 2 kali lipat.

Jadi, hari ini saya akan melanjutkan sharing minggu sebelumnya tentang review singkat laporan keuangan sederhana bagi UKM, detail yang ingin saya diskusikan bersama adalah tentang laporan laba rugi, sebuah anak tangga pertama untuk menyusun strategi berdasarkan analisis keuangan usaha kita.

Dari namanya saja sudah cukup jelas apa yang ingin diceritakan oleh laporan ini, laporan laba rugi, berarti dari laporan ini kita akan tahu sebuah usaha di suatu periode tertentu mendapat laba atau rugi dan tentu saja tertera berapa nominal laba atau rugi tersebut. Isi dari laporan ini apa saja? Sesuai dengan formula paling sederhana yang sudah kita ketahui sejak SD rumus laba/rugi adalah pendapatan – pengeluaran (dalam akuntansi lebih pas disebut beban, karena belum tentu semua pengeluaran adalah beban).

Saya akan mulai dari elemen pertama yaitu pendapatan, biasanya rekap atas pendapatan ini sangat mudah didapat dan diingat oleh pelaku usaha, karena sifatnya “menyenangkan” pokoknya kalau yang berbau pendapatan atau omzet itu biasanya akan menceriakan hari kita😀 Tapi, banyak yang lupa untuk mengelompokkan jenis pendapatan yang kita miliki. “Pokoknya saya mah, total omzet sebulan mencapai 900 juta lah..” hal ini sering saya dengar dari banyak pelaku usaha, jika memang jenis pendapatan usahanya yang signifikan memang hanya dari satu jenis produk tidak masalah, namun kalau banyak kategori pendapatan yang dimiliki akan sulit menganalisis lebih lanjut strategi yang bisa dijalankan dengan angka total yang diingat tanpa dicatat jelas kategorisasinya tersebut. Di bawah ini adalah contoh pembukuan sederhana untuk pendapatan usaha dari hari ke hari.

Image

Jika jeli, Anda akan melihat bahwa ternyata walaupun usaha Bapak ABC di bidang penjualan online justru memiliki kategori pendapatan yang jauh lebih besar di jenis jasa premium, di mana pada komponen jasa tersebut Bapak ABC memberikan pilihan kepada konsumen dengan ukuran badan tertentu untuk memilih model baju yang diinginkan, komposisi warna yang disukai dan akan dijahit berdasarkan ukuran badan si pembeli. Setelah melakukan kategorisasi pendapatan semacam ini tentunya akan lebih mudah bagi Bapak ABC untuk menilai strategi apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Yang kedua, tentang beban, hampir sama dengan pendapatan, beban bahkan sangat membutuhkan kategorisasi karena hampir tidak ada satupun usaha yang hanya memiliki 1 jenis beban, minimal memiliki 5 jenis beban yaitu: beban bahan baku atau beban pokok penjualan (belanja barang dagang yang akan dijual), beban gaji (minimal untuk pemilik yang menjalankan), beban transportasi, beban komunikasi dan internet, yang terakhir beban pemasaran atau beban operasional lainnya. Di elemen ini juga nantinya perlu dibedakan pengeluaran untuk memperoleh pendapatan dan pengeluaran untuk investasi bahasa kerennya revenue expenditure vs capital expenditure. Berikut ini adalah contoh kategorisasi aset untuk pembukuan sederhana UKM.

Image

Nah, dengan bermodalkan dua jenis pembukuan itu saja dan berbekal formula sederhana di excel, kita sudah bisa menyajikan laporan laba rugi seperti di bawah ini:

Image

Nama usaha di laporan keuangan tersebut sengaja dihapus untuk menjaga kerahasiaan dokumen. Nah, dengan laporan ini kira-kira apa langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan dengan usaha kita? Sangat banyaak…. Jadi, selamat mengutak-atik data pendapatan dan pengeluaran usaha Anda…🙂

Oleh: Naila M Tazkiyyah

IN Consulting – Solusi Penyusunan Laporan Keuangan, SOP dan Analisis Perpajakan bagi UKM

Email: keuangan.ukm@gmail.com

2 thoughts on “Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 1 of 4)

  1. Pingback: Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 2 of 4) | Me, The World, and The Stories

  2. Pingback: Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 2 of 4) | IN CONSULTING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s