Sudah Cukup “Seksi” kah Kinerja Keuangan Bisnis Anda? (Serial Finance for Business Owner)

Image
Jaman dulu,mungkin juga sampai sekarang banyak orang tua yang menasehati agar saat mencari pasangan carilah yang “sekufu” (baca: sederajat) tidak selalu bicara tentang uang ya, sekufu bs diartikan sbg sederajat pendidikannya, keturunan keluarganya, keelokan tampang,dll.

Nah karena post ini bukan ttg pencarian jodoh😀 maka diskusi ttg sekufu ini akan saya arahkan ke bisnis pastinya :) Saat berbisnis bukan hanya saat mencari partner usaha yang hrs sekufu (baca: saling melengkapi) namun saat bergaul dg pebisnis lainnya pun,sangat dianjurkan mencari yg sekufu, namun tentu saja saat bisnis kita masih merangkak bukan hny bergaul dg sesama start-up namun juga mencari komunitas yg sekufu dlm hal mimpi, target, dan kehausan akan ilmu.

Apa yang disebut sekufu dalam bisnis? Hari ini saya hanya ingin mengulang kembali ttg pengetahuan rasio keuangan sederhana yg wajib dipahami oleh pebisnis baik pemula apalagi yg sdh sgt berpengalaman. Karena definisi sekufu baru bs dilihat saat laporan dan rasio keuangan antar usaha dibandingkan. Jika ada 1 UKM beromzet 2M dg yg beromzet 6M kira2 mana yang lebih baik? Walaupun mgkn kebanyakan akan lgsg menjawab yg beromzet 6M, namun hal itu sama saja ambigunya dg jika ada yg melamar anak perempuan Anda, yg satu lulusan S2 yg satu hny lulusan SMA mana yg Anda pilih? Pilihan yang jatuh langsung ke calon menantu lulusan S2 tdk bs disalahkan,wlpn bisa jd dia akan menyesal stlh 1 th kemudian tryt lulusan SMA itu jauh lbh sukses dibanding calon pilihannya.
Pun begitu saat kita melihat bisnis lain, apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan benchmarking sekufu atau tidaknya satu bisnis dg bisnis lainnya?
1. Jenis Industri
Akan sangat berbeda penilaian kinerja keuangan antara perusahaan jasa, developer, fashion, kuliner, consumer good, dll.
2. Lama berdiri
Agar apple to apple, bandingkan juga lama berdiri usaha. Namun biasanya usaha yang berdiri di atas 2 tahun sdh harus bisa menyamai usaha senior dg usia di atasnya,krn setahun seharusnya sdh cukup belajar mjd start-up
3. Target konsumen
Segmen pasar yang dipilih harus sama karena wlpn di industri yg sama dg usia yg sama pula bisa jadi tetap akan berbeda cara menilai indikatornya
4. Metode pembayaran
Ketentuan metode pembayaran juga sangat menentukan apakah harus cash atau bs bisa dg kredit,hal ini utk menentukan indikator apa saja yg hrs disamakan dan utk dpt mebandingkan apple to apple data omzet,krn bs jd yg menyediakan penjualan kredit akan memiliki angka penjualan yg jauh lbh besar wlpn kolektibilitasnya bs jd krg baik.

Kemudian setelah serupa faktor pembandingnya,kita lihat indikator apa saja yang perlu diperhatikan selain omzet?

1. Gross margin. Sederhananya adl laba kotor. Apa si laba kotor itu? Laba kotor dihitung dg sgt mudah cukup mengurangkan penjualan/pendapatan dg harga pokok penjualan (HPP). Pembahasan detail ttg penentuan HPP akan dibahas di post lainnya, namun contoh singkatnya adalah jika kita berjualan baju yang kita beli dari pihak lain, bukan produksi. Maka, HPP nya terdiri dari harga baju tsb,ongkir dr penjual tempat kita kulakan atau biaya transport kita ke tempat belanja, biaya lainnya yg terkait langsung dg barang tsb,seperti tambahan kemasan jika ada, labelling merek bisnis kita,dll.

2. Net margin (laba bersih). Diperoleh dari laba kotor dikurangi biaya operasional, pemasaran,administrasi, penjualan hingga pajak. Di dalamnya termasuk gaji karyawan, gaji pemilik, pokoknya semua beban yang tdk langsung attach ke produk.

3. AR turnover (perputaran piutang). Indikator ini hanya berlaku jika Anda memiliki pilihan penjualan kredit bagi customer Anda, kebanyakan penjual online tdk punya AR (Account Receivable atau piutang) kecuali utk bbrp penjual yang memberlakukan sistem PO dg DP kurang dr HPP, harus diperhatikan dg sangat performance atas piutang tsb. Cara menghitungnya drmn? Penjualan kredit dibagi dg rata2 piutang selama periode tertentu.

Misalnya, penjualan kredit bulan jan 14 adl 500jt piutang awal jan 100 juta akhir jan saldo piutang 150 juta berarti rata2 piutang 125juta. Nah AR turnover=500/125 =4

4. Inventory turnover (perputaran persediaan)

Jika Anda termasuk yg memiliki persediaan di gudang, patut dicek apakah perputaran barang dagang Anda cukup baik atau tidak. Karena jika tdk cukup baik maka hrs dievaluasi apakah ada yg salah dengan strategi pemasaran yg sdh dilakukan. Cara menghitungnya: HPP dibagi rata2 saldo persediaan pada periode tertentu.

Nah,utk keempat indikator tersebut semakin besar atau tinggi angkanya semakin baik kinerja usaha bisnis Anda, jangan lupa untuk bandingkan dengan bisnis sejenis dg 4 kriteria di atas ya.

Jika Anda belum menemukan data pembanding untuk mengukur kinerja keuangan bisnis Anda, saat ini saya sedang mencoba menyusun beberapa indeks untuk 4 indikator tersebut di beberapa sektor UKM, semoga tidak lama lagi segera dapat saya post kembali di artikel yang berbeda.

Salam WiRABUsaha🙂

Naila M Tazkiyyah

Managing Director of IN Consulting

Konsultan Keuangan, SOP dan Analisis Perpajakan bagi UKM

2 thoughts on “Sudah Cukup “Seksi” kah Kinerja Keuangan Bisnis Anda? (Serial Finance for Business Owner)

  1. Pingback: Back to Basic,Memahami Konsep Pembukuan dan Laporan Keuangan Sederhana bagi UKM | Me, The World, and The Stories

  2. Pingback: Back to Basic, Memahami Konsep Pembukuan dan Laporan Keuangan Sederhana bagi UKM | IN CONSULTING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s