Seri Manajemen SDM Bagi UKM: Membangun Strategi Retention

????????????????????????????????????????

Perbincangan mengenai dunia SDM kali ini kita coba arahkan ke ungkapan dari paman Bill Gates : “Silakan ambil para karyawan dengan talenta unggul dari perusahaan kami, dan dalam waktu tak berapa lama Microsoft akan langsung roboh.”

Dari ungkapan paman biil gates itu menyiratkan makna betapa pentingnya talented people bagi organisasi, barisan SDM dengan talenta unggul yang menduduki strategic positions pada akhirnya memang merupakan life blood dari sebuah organisasi. Perusahaan pesaing yang mengetahui adanya competitive advantage tersebut, akan berusaha menarik para talented people ini untuk berpindah ke perusahaannya dengan berbagai penawaran menarik yang dikemas dalam bentuk kompensasi atau tawaran karier lainnya.

Setelah organisasi melakukan proses rekrutmen dengan baik dan mendapatkan talented people, tantangan berikutnya adalah mempertahankan talented people tersebut agar tetap berada di perusahaan dan tidak keluar. Tantangan inilah yang kita sebut dengan retention.

Hiring dan Retention merupakan pasangan komplemen yang bila dilaksanakan dengan baik akan menghasilkan satu hal yang sangat dibutuhkan setiap perusahaan: first-class human asset. Retention di sini berperan sebagai pengikat pekerja agar merasa senang dan nyaman dengan pekerjaan mereka. Dengan demikian, mereka akan betah di perusahaan, menghasilkan kinerja yang baik dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumen.

Retention adalah lawan dari turnover. Turnover sendiri merupakan jumlah perpisahan antara pekerja dan perusahaan baik secara sukarela maupun tidak sukarela. Lalu, kenapa turnover untuk talented people ini harus dihindari, salah satunya adalah karena akan timbul yang namanya the cost of turnover, biaya atas turnover ini tidaklah sedikit, diantaranya yaitu:

∙   Direct expenses; meliputi sejumlah uang yang keluar untuk pembiayaan proses rekrutmen karyawan, wawancara dan training-training yang telah dikeluarkan untuk karyawan yang keluar tersebut. Selain itu, uang pisah (pesangon) juga membutuhkan biaya yang cukup banyak

∙   Indirect costs; meliputi pengaruh pada lingkungan kerja karena ada personil yang keluar (semangat kerja mengendur, beberapa program perlu reschedule), dan kepuasan konsumen. Seperti apakah pekerja lainnya akan mengikuti jejak karyawan yang keluar atau konsumen-konsumen kita akan mengikuti  pekerja yang pindah tersebut atau tidak.

∙   Opportunity costs; meliputi pengetahuan yang hilang seiring dengan perginya pekerja, sehingga perlu meng-coaching karyawan baru dan fokus owner yang berpindah ke upaya pencarian orang baru hingga pekerjaan tidak terselesaikan.

Pertanyaanya kini adalah: lalu strategi terbaik apa yang mesti dilakoni untuk mampu mengembangkan strategi retention secara kokoh? Berikut ini cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pekerja:

Job Previews in Recruitment
Lakukan job previews pada proses rekruitmen agar kandidat mendapatkan gambaran realistis mengenai pekerjaan barunya, tantangan yang akan dihadapinya, beban kerja, lokasi kerja serta suasananya. Berikan gambaran yang ril, sehingga karyawan tidak shock saat memulai kerja kelak, dan adaptasi akan lebih cepat terjadi

Get people off to a good start
Banyak karyawan yang sudah merasa ingin keluar dalam pekerjaan mereka dalam rentang 1-12 bulan pertama, sebagian besar karena perasaan tidak betah di minggu-minggu pertama (30 hari kritis). Memberikan awalan yang baik kepada pekerja merupakan langkah pertama perusahaan untuk dapat membuat pekerja nyaman dan betah di perusahaan. Ciptakan lingkungan yang nyaman dengan manajer atau atasan yang ramah. Atasan yang mendukung para pekerja akan dihargai oleh para pekerja tersebut.

∙         Use EVP (Employee Value Preposition) tentang ini sudah dibahas dibahas di sini
∙         Exit Interview    Untuk beberapa kasus, turnover pada akhirnya tidak bisa dihindari. Guna mengantisipasi kejadan serupa, dapat dilakukan exit interview untuk mengetahui faktor apa yang dominan yang menyebabkan karyawan banyak yang mengundurkan diri dari organisasi. Sehingga di dapatkannya data yang lebih valid mengenai kenapa karyawan keluar dari organisasi sebagai bahan evaluasi dan kita bisa petakan alasannya yang dominan (top reason) dari semua kasus yang ada

Jadi, pertahankan talented people anda dan jangan biarkan mereka hengkang!

Asep Tri Wahyudi (FEUI 04)

Owner of  www.facebook.com/galericantikstore

Pic taken from http://www.recruiter.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s