Employee Value Preposition: Pondasi Manajemen SDM Usaha Anda

Sore menjelang malam ini kita mulai dengan pertanyaan, kenapa Pertamina begitu diminati dibanding PLN misalnya  atau kenapa kita harus bergabung dengan perusahaan Om Ican (seorang teman saya pemilik perusahaan developer keuangan)? Kan banyak pengembang perumahan yang lebih hebat dan modern.

Image

Apa itu employee value proposition (EVP)? Kenapa employee value proposition (EVP) merupakan hal penting yang harus dipenuhi oleh perusahan. EVP merupakan cara-cara yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh karyawan mereka agar mereka bisa lebih mature dan mendapatkan kepuasan kerja. Jadi kenapa pertamina lebih diminati, bisa jadi pertamina menawarkan EVP yang lebih baik dari PLN. Nah, kenapa kita harus bergabung dengan perusahaan Om Ican, dibanding bergabung dengan pengembang semisal Agung Podomoro atau Ciputra. Bisa jadi tanpa kita sadari Om ican sedang menyusun sebuah EVP yang lebih menarik dan menantang, ya kan?

Lalu lingkup EVP itu sendiri apa aja? Lingkup dari EVP ini sendiri berfokus pada bagaimana cara perusahaan memenuhi kebutuhan karyawan, ekspektasi karyawan, bahkan mimpi-mimpi mereka seperti misalnya pemberian package-package special untuk mereka (Karir, pekerjaan yang menantang, paket bonus, pembinaan keluarga).

Ada perusahaan yang sebentar-sebentar karyawannya keluar, padahal belum lama masuk, bisa jadi EVP nya kurang menarik, EVP yang kuat dalam suatu perusahaan akan dapat meng-attract karyawan agar terus setia pada perusahaannya, dapat dikatakan seperti bunga yang dapat menarik lebah untuk menghisap madunya.

Nah EVP ini hampir sama cakupannya dengan customer value proposition. Dimana para karyawan merupakan pelanggan bagi pihak perusahaan. Seperti halnya dalam konsep marketing, fokus utamanya adalah kepuasan pelanggan. Jadi dengan kata lain perusahaan harus pandai memuaskan para karyawannya agar mereka memperoleh kepuasan kerja. EVP perusahaan yang kuat dapat berakar dalam tubuh karyawan yang bersangkutan sehingga mereka bisa berkomitmen tinggi pada perusahaan dan senantiasa termotivasi untuk bekerja.

Jadi Om Ican yang mau merekrut banyak karyawan ini harus dapat meyakinkan calon karyawannya, kalau mereka akan sangat beruntung masuk perusahaan om Ican. Terus apa aja yang bisa kita kembangkan dalam EVP, kita coba lihat dari beberapa alasan mengapa pekerja mau bertahan dalam satu perusahaan:

  • Pride in the organization; orang-orang ingin bekerja di perusahaan yang hebat; memiliki kepemimpinan yang hebat, strategi menantang, dan budaya yang mendukung. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki visi yang jelas yang mampu memberikan motivasi bagi pekerja agar memberikan kinerja yang terbaik. Seperti contoh yang pernah dibahas, siapa yang tidak bangga bekerja di debusana, Toko Online terbesar di Indonesia
  • A respected supervisor; Pekerja cenderung betah di perusahaan bila mereka memiliki supervisor yang mendukung mereka dan disegani pekerja. Cek deh para pemimpin lini di perusahaan Om ican, tipikal yang killer atau yang dekat dengan bawahan?
  • Fair compensation; Orang-orang juga menginginkan pekerjaan dengan kompensasi yang adil. Selain besar gaji yang kompetitif, paket kompensasi yang menarik bagi karyawan akan membuat mereka bekerja lebih giat lagi (yang ini pernah dibahas yah). juga kompensasi berupa kesempatan pengembangan karir.
  • Affiliation; Hubungan antara pekerja memberikan pengaruh yang penting. Hubungan yang tercipta dengan baik akan mempererat hubungan pekerja dan akan membuat pekerja betah untuk bekerja di perusahaan. Ini berkaitan dengan keharmonisan dan lingkungan kerja, suasana kekeluargaan kah yang dibangun atau individu dan persaingan
  • Meaningful work; Pekerja akan lebih memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat mereka. Hal ini akan membuat mereka labih produktif dan bekerja lebih baik. Om ican perlu menyusun Job desc dan job spec yang jelas dan menarik tentunya, dan jangan lupa Job Enrichment dan Enlargement

Terakhir yang tidak kalah penting, Dalam penerapan EVP, perusahaan harus aware terhadap perusahaan pesaing (competitor). Calon karyawan dalam hal ini tentu saja membandingkan antar perusahaan terkait benefit (EVP). Perusahaan harus mengenal dengan jelas siapa pesaing mereka. Apa kekuatan dan kelemahan EVP pada competitor dibandingkan dengan EVP perusahaan bersangkutan. Ini yang perlu di jawab oleh Om Ican, keunggulan EVP apa yang mau dibangun oelh Om Ican sehingga calon karyawan harus memilih perusahaan Om Ican.
Karenanya perusahaan harus benar-benar mengetahui kekuatan EVP nya dan menentukan elemen yang dikira masih kurang untuk terus dikembangkan. Perusahaan yang dapat menerapkan EVP dengan baik pada akhirnya dapat mengattrack orang yang ada di pasaran untuk bergabung di perusahaan tersebut. seperti bunga yang dapat menarik lebah untuk menghisap madunya??

Jadi, tunggu apalagi?? Jika Anda adalah bagian dari gerbong entrepreneur global, mari rumuskan EVP atas bisnis Anda..🙂

Repost dari Tulisan Asep Tri Wahyudi (Owner of Galeri Cantik Store)

6 thoughts on “Employee Value Preposition: Pondasi Manajemen SDM Usaha Anda

  1. Pingback: Seri Manajemen SDM Bagi UKM: Membangun Strategi Retention | Me, The World, and The Stories

  2. Pingback: Membangun Strategi Retention bagi UKM | aseptriwahyudi

  3. Pingback: Bagaimana Menjaga Loyalitas Karyawan? Berikut Ini 6 Tips Yang Bisa Anda Lakukan | LandOnGMedan

  4. Pingback: Begini Cara Mempertahankan Pekerja | JOS Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s