Pasar, Rusa dan Kebahagiaan Kami Pagi Ini…

“Happiness is pretty simple: someone to love, something to do, something to look forward to.”

Pagi ini rasanya bahagia sekali…. Selain karena ini hari libur, pagi ini kami mengeksplorasi beberapa lokasi baru yang sebelumnya belum pernah didatangi oleh Faza dan Haidar🙂 Apakah itu? Pasar. Beberapa kali Faza sudah pernah saya ajak ke Pasar PAL dekat rumah, membeli sandal jepit, peralatan dapur, dll. Namun Haidar sama sekali belum pernah, biasaaa alasannya klasik, emaknya gak mau repot kalo nanti Haidar mulai meng”eksplorasi” pasar (biasa disebut orang mengacak-acak)😀

Nah, kemarin.. suami yang baik hati menawarkan diri mau nganter ke mana pun hari ini.. Alhamdulillah sang istri pun ga “aji mumpung” hihi, permintaannya sederhana, ingin ke ngajak anak-anak ke pasar dengan 3 tujuan:

  1. Mau belanja untuk praktek Menu 10 Hari dari kuliah bunda cekatan minggu lalu
  2. Mau ngajak Faza dan Haidar membeli langsung sayur dan makanan untuk menu mereka,
  3. Membeli sayuran untuk ngasi makan Rusa di UI dengan harga terjangkau (irit.com)

Jadilah setelah ritual pagi, mandi dan sarapan kami langsung menuju lokasi. Di jalan, Faza sudah cerewet nanya, liat rusa kok lewat sini, pasarnya kok lewat sini bunda? Iya, saya mengajak mereka ke pasar tradisional yang cukup tua dan besar di Kota Depok, bukan di pasar dekat rumah yang sering kami datangi. Alasan lain kenapa ke pasar itu adalah, dulu semasa Alm. Ibu masih hidup beliau suka sekali belanja bahan masakan untuk anaknya yang males ke pasar ini di pasar Kemiri itu, jadi entah kenapa saya jadi ingat Ibu saat ke sana. Hiks.. Kenapa dulu suka malas ya, kalo diajak nganter ke pasar.. Maaf ya Bu..

Alhamdulillah, di pasar dapat parkir yang strategis, daaan jadi terbengong-bengong dengan harga di pasar (udah lamaaa banget ga belanja ke pasar, hanya mengandalkan tukang sayur dekat rumah) kalo gak inget catetan menu, rasanya uda kepengen borong semua isi pasar *hasrat wanita, tiap kali liat barang murah…

Waktu milih-milih sayuran, karena pasar sudah mulai sepi, maklum ya, pasar tradisional seperti pasar ini jam 8 uda hampir tutup semua, Faza dan Haidar juga jadi lebih bebas memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba Faza berteriak, “ada tikus bunda..” Ibu tukang sayur nyeletuk, gapapa dek, itu sudah khas pasar.. Sambil ketawa-ketawa. Beberapa kali juga Faza digodain sama penjual, seneng ga di pasar, uda berapa kali ke pasar😀 haha.. Banyak juga si pembicaraan yang roaming, maklum waktu di pasar Ayah dan Bunda harus ngeluarin jurus bahasa Jawa biar dpt harga lebih murah, sambil belanja sambil ngobrol sama Bapak Ibu penjual.. Sambil belanja saya perhatikan Faza dan Haidar sangat excited, di pasar ini kan jadinya Haidar bisa megang kentang yang bessaaar, tomat yang juga ukurannya big size, bumbu dapur yang biasanya di rumah jarang terlihat.

Daan.. Tujuan terakhir kami adalah tukang ikan, di sini Haidar paling excited. Faza sih karena sok princess agak-agak jaim gitu megang-megang ikannya, hihi.. Beda banget sama si adek yang tanpa geli megang aneka jenis ikan, dari bawal, bandeng, ikan kuning, tongkol, dan lain-lain.

ImageImageImage

Setelah puas membeli ikan dan udang, kami mengambil titipan sayuran yang sdh kami beli sebelumnya dan berjalan ke parkiran. Dekat pintu gerbang ada penjual kangkung dan bayam yang super duper murah… 4 ikat kangkung yang biasanya di tkg sayur dekat rumah 8rb hanya 1.500 kami beli banyaaak banget agar bisa dibagi-bagi juga ke anak-anak lain yang nanti mau ngasi makan rusa. Faza dengan puasnya membawa seplastik besar sayuran ke mobil.

Sebelum masuk ke UI, kami tergoda sarapan di Serabi Enhai yang selama ini terlihat ramai. Setelah membaca buku Bunda Sayang dari Institut Ibu Profesional, saya berusaha mengajak anak-anak melihat proses produksi serabi, cara orang membuat aneka minuman daripada sekedar pasif di meja saat menunggu pesanan *di beberapa bab di buku itu dianjurkan sebagai orang tua harus kreatif memanfaatkan berbagai momen.

Nah, setelah kenyang.. Langsung tancap gas ke UI untuk memberi makan rusa. Daaaann.. sampai di sana… Ternyata oh ternyata, tidak ada satupun rusa di sana. Faza sampai ngajak ke pagar di sudut lain demi mencari kali aja rusanya lagi bobo. “Ke mana ya Bunda?” Saya hanya bisa menjawab “Mungkin dibawa ke Bogor kali yah kak, supaya bisa ketemu dengan teman-teman rusa lainnya dan selalu bisa makan rumput di sana” Faza mengangguk-angguk. Haidar yang ikut mendengarkan langsung lari ke ayah sambil teriak -teriak “Ayah, ndak ada ke bo dor” (mungkin maksudnya rusanya ga ada ke bogor)😀

Alhamdulillah, sesampainya di rumah, rasanya leggaaa, Faza bantu bunda mencuci ikan bandeng dan menyiangi sayuran sementara adik bermain..  Ah, memang kebahagiaan itu sederhana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s