Puisi Tentang Fatimah Putri Rasulullah

Membaca puisi yang ditulis oleh salah satu peserta pelatihan di kelas Bapak Munif Chatib membuat saya “merinding”, saya memaknai ini sebagai sebuah bakti tak terhingga seorang putri kepada ayahnya… Tulisan puisi tersebut saya salin di bawah ini

Seandainya Sayyidah Fatimah mengetuk pintuku…

Maka aku meminta izin untuk menghirup aroma surga

Lalu, aku persilakan duduk di tempat yang beliau sukai

Aku akan bertanya dengan jutaan tanya

Lalu tiba-tiba Az-Zahra menangis..

Aku jadi sedih, dan terdengar suaranya

Dulu ketika aku dipanggil ayahku..

Aku langsung menghampiri tak pernah menunda

Apakah kamu seperti itu?

Dulu ketika ayahandaku disakiti oleh orang kafir Quraisy

Aku langsung berdiri di depan melawan mereka

Membersihkan kotoran dari wajah ayah yang mulia

Tak pernah aku mengurus diriku terlebih dahulu

Sebelum aku tahu kondisi ayahku

Apakah kamu seperti itu?

 

Dulu, Ketika Ayahandaku terluka setelah peperangan,

Aku mengobatinya sebisanya

Sambil berdo’a kepada Allah..

Ambil nyawaku terlebih dahulu, jangan ayahku

Jiwaku aku pertaruhkan untuk keselamatan Ayahandaku

Apakah Kamu seperti itu?

 

Kalau kamu belum seperti itu,

Sebentar lagi harum aroma surga akan segera menghilang….

*Tidak ada konteks syiah pada tulisan ini😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s