Faza dan Do’a untuk Kedua Orang Tua

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Dua minggu belakangan ini alhamdulillah Faza sudah mulai rajin sholat berjama’ah, mungkin karena kami tekankan bahwa usia kakak sudah 5 tahun makin dekat ke usia 7 tahun di mana saat itu sholat menjadi kewajiban🙂 Nah, saat sholat keseringan kami sholat berjamaah berdua, karena adiknya lebih sering lari-lari kalau diajakin sholat atau naik ke punggung saya sewaktu sujud😀

Setiap kali sholat berjama’ah kami berdua berbagi tugas, 1 orang bertugas iqomat dan do’a, 1 orang lagi bertugas menjadi imam, walaupun kadang kalau sedang semangat Faza bisa borong semua tugas itu dikerjakannya sendiri. Do’a setelah sholat yang biasa Faza panjatkan adalah kelapangan hati (Robbii shrohlii shodri dst….) kemudian do’a untuk kedua orang tua dan do’a kebaikan dunia akhirat.

Nah, khusus untuk do’a kedua orang tua ini cukup membuat saya terenyuh, karena beberapa kalimat dalam do’a itu yang maknanya ternyata “dalem” banget. Dari dulu kayaknya do’a ini hanya terucap otomatis saja setaip habis sholat tanpa dimaknai..*ngaku dosa

Yuk, kita simak ya.. Penggalan kalimat dari do’a-do’a tersebut:

  • Ya Allah ampunilah dosaku
  • Dan dosa kedua orang tuaku – Di sini jelas bahwa secara otomatis saat memanjatkan do’a ini sang anak akan memohonkan ampun bagi kedua orang tuanya, tanpa peduli apakah sang orang tua menyayangi sepenuh hati anak tersebut atau tidak.
  • Sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecilku – Bagian ini yang menurut saya paling “dalem” maknanya, pertama berisi sayangilah mereka SEPERTI mereka menyayangiku di waktu kecilku bermakna betapa do’a ini tahu biasanya kasih sayang orang tua paling mendalam diberikan ketika anak-anaknya masih kecil sehingga orang tua dido’akan untuk disayangi Allah seperti saat mereka menyayangi buah hatinya di waktu kecil. Kedua, menjadi pengingat untuk memberikan kasih sayang terbaik di waktu kecil karena masa-masa tersebut adalah masa keemasan pertumbuhan fisik, psikis dan otak anak.

Kami (saya dan suami) selalu berdo’a bisa memberikan kasih sayang terbaik, bukan yang buruk namun tidak pula berlebihan sehingga memberi dampak negatif pada tumbuh kembang anak-anak kami, kami juga berharap Faza dan adik-adiknya (lho???) akan istiqomah memohonkan ampun bagi ayah bundanya setiap sholat dan di malam-malam tahajud mereka, Amiinn…

2 thoughts on “Faza dan Do’a untuk Kedua Orang Tua

  1. gak, nyangka blogwalking saya pagi ini membuat saya tersasar di blog Mba Naila TPA Al Ikhwan. Menarik sekali bagaimana menceritakan pengalaman mendidik anak. Rasa-rasanya saya ingin segera menikah.

    Alhamdulillah dapat ilmu baru, thanks for sharing

  2. Iya ya, jadi bisa baca-baca juga dari blog nya Mas Arya🙂 Semoga segera bertemu jodoh yang pas Mas, btw.. tgl 22 Des nanti kami berencana mengadakan Festival Anak Muslim di TPA Al-Ikhwan kegiatannya antara lain, performance anak2 utk tahfidz, drama islami, lagu islami, dll, bazar anak muslim, pameran foto dll… Kami undang gladi resik ya mas tgl 21 nya, supaya bisa ngasi saran khawatir ada yg missed..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s