Sharing: Tips Mengelola Taman Baca Rumahan (2)

“I have always imagined that paradise will be a kind of library.”

— Jorge Luis Borges

Melanjutkan sharing sebelumnya tentang taman baca di sini, sekarang saya ingin berbagi tentang bagaimana mempertahankan taman baca yang telah kita dirikan.

Beberapa taman baca yang pernah saya baca profilnya di internet ada yang telah berusia belasan tahun, namun tak sedikit pula yang usianya hanya seumur jagung, di dekat taman baca kamipun ada taman baca yang usianya tak sampai 1 tahun. Apa penyebabnya? Jika salah satu dari Anda ada yang menjawab alasannya adalah pendanaan, maka saya dapat 100% menyangkal hal tersebut, karena taman baca yang saya contohkan begitu cepat tutup tersebut dimiliki oleh salah satu pejabat tinggi yang pastinya masalah uang bukanlah penyebab taman baca tersebut non aktif. Dari hasil pemikiran saya pribadi, berikut ini adalah beberapa tips untuk mempertahankan aktifitas taman baca yang kita dirikan:

  • Niat yang teguh. Sekali lagi syarat ini menjadi hal mutlak yang wajib bin penting dimiliki untuk setiap pengelola taman baca. Lebih baik lagi kalau sudah jelas visi dan misi yang ingin dicapai. Untuk Taman Baca Bukit Cinta sendiri kami memiliki visi memberikan alternatif pendidikan non-formal bagi anak kurang mampu di sekitar komplek kami, jadi apapun kegiatan yang kami adakan mengacu ke visi tersebut.
  • Program Minimalis Kreatif. Pengelola taman baca bisa dipastikan kebanyakan cukup kreatif dan mencintai dunia baca dan anak-anak. Kami sendiri di Bukit Cinta, berusaha mencari program minimalis namun menyenangkan bagi anak-anak. Misalnya, praktek sains sederhana di lapangan, membuat kreasi dari barang bekas yang dicari sendiri oleh anak-anak, dan banyak lagi lainnya. Jika kehabisan ide, pengelola sangat dimanjakan dengan adanya internet. Saya sendiri juga sanagt sering mendapat ide dari internet.
  • Menambah Koleksi Buku. Tambahan koleksi buku selain menggalang dari donatur yang dikenal bisa juga dengan mendaftra di jaringan 1001buku. Teman-teman bisa membuka http://www.1001buku.org selain bisa memperoleh tambahan koleksi, Bukit Cinta pernah dikirimi ratusan buku koleksi taman baca, di 1001buku kita juga dapat bersilaturahim dengan banyak sekali penggiat taman baca juga berpartisipasi pada event tahunan olimpiade taman baca. Gabung juga di milisnya untuk bersilaturahim🙂
  • Cari Partner atau Volunteer Baru. Partner di sini bukan berarti harus orang yang day to day membantu pengelola namun individu atau instansi yang berkenan memberikan ide, dukungan, pendanaan atau jenis dukungan lainnya. Misalnya, kami pernah mengajak AIESEC UI untuk bekerjasama mengadakan Fun English Program selama 3 bulan, membuka kesempatan volunteer dari mana pun selama 1 tahun, dan lain-lain.

IMG01552-20120211-1639

Saat kursus bahasa Inggris gratis diadakan dari Kakak – Kakak AIESEC Brazil, China, Eropa.

  • Find The Fund through Good Promotion. Sejujurnya kami sendiri belum melakukan hal ini dengan sangat baik, jika menginginkan taman baca kita mendapatkan tambahan pendanaan untuk operasional yang lebih baik maka strategi pemasaran yang harus dilakukan pun harus optimal. Bisa melalui blog, FB, twitter, dan lainnya. Namun memang hal tersebut kembali lagi ke visi yang ingin dicapai.

Sampai sekarang kami ingin berpartisipasi mewujudkan ada minimal 1juta taman baca di Indonesia, sehingga kehausan “bacaan” anak bangsa cukup terobati🙂 Bismillah, semoga ke depan makin cepat terwujud.

2 thoughts on “Sharing: Tips Mengelola Taman Baca Rumahan (2)

  1. Pingback: Sharing: Tips Mendirikan Taman Baca Rumahan (1) | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s