Presentation Skill for Entrepreneur

Sebagai anak daerah, saat kuliah dulu tiap kali akan presentasi rasanya sport jantung sekaliii..😀 Saya ingat sekali pertama kali presentasi adalah di mata kuliah Bahasa Indonesia dengan tema Ekonomi Syariah, kayaknya waktu itu grogi sekali.. Tapi, sekarang ini.. Setelah terbiasa berada di posisi “tidak punya pilihan” selain harus tampil dan ngomong, bukan hanya urusan presentasi tugas ya, termasuk ngajar, ngisi training daaan banyak lagi, saya mencoba berbagi tips yang saya cari dari berbagai sumber utamanya utk para pengusaha yang akan sering melakukan presentasi bisnis.

Teknik yang baru saya baca dari Guy Kawasaki (seorang pengusaha Amerika) adalah sistem 10/20/30. Apa itu?

  • 10 slides

Angka ini dinilai sebagai jumlah slide optimal yang dapat diterima oleh pendengar dengan 10 poin berikut ini: Masalah, Solusi Anda, Model Bisnis, Teknologi, Penjualan dan Pemasaran, Kompetisi, Tim, Proyeksi ke depan, Timeline, diakhiri oleh Rangkuman dan action plan. Tentu saja harus sangat memeras otak untuk membuat presentasi sesingkat namun semenarik mungkin. Rekor presentasi terpendek yang saya buat adalah saat harus mempresentasikan business plan di hadapan para angel investor dengan waktu 5 menit presentasi dan 5 menit tanya jawab. Jangan ditanya harus berapa kali utak atik slide, dan perjuangan mensimulasikan presentasi tsb sampai yakin tidak melebihi batas waktu namun tetap menarik🙂

  • 20 menit

Ini adalah maksimal waktu yang Anda gunakan untuk presentasi, kalaupun masih memiliki sebaiknya gunakan untuk sesi diskusi. Bagaimana jika konteksnya mengajar? Usahakan 20 menit pertama untuk mepresentasikan atau lecturing poin-poin penting, sisanya bisa diwarnai dengan sesi tanya jawab, studi kasus atau lainnya.

  • Minimal ukuran huruf 30

Ini tidak mutlak digunakan, namun menurut Guy ukuran inilah yang paling optimal untuk menjangkau penglihatan audience di baris paling belakang sekalipun.

Persiapan lainnya yang perlu kita lakukan sebelum presentasi adalah

  1. Kenali siapa saja pendengar Anda, jika bisa memperoleh profilnya lebih bagus lagi (latar belakang pendidikan, pengalaman bekerja atau berbisnis, interest mereka) sehingga Anda dengan mudah dapat memasukkan elemen tersebut ke dalam poin-poin presentasi Anda
  2. Siapkan peralatan pendukung (pointer, laptop cadangan, file cadangan di flashdisc)
  3. Cermat memilih busana, ini yang juga perlu dicatat bahwa sebelum bicara orang akan memusatkan perhatiannya pada penampilan Anda, maka sesuaikan busana dengan sifat acara, profil peserta, dan pilih yang paling nyaman bagi Anda

Saat melakukan presentasipun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan menurut materi Hypnopresentation yang pernah saya dengar, antara lain:

  1. Pembukaan yang “memukau”, biasanya saya menggunakan quote, data survei yang mencengangkan, atau lainnya
  2. Sampaikan mengapa peserta harus mendengar presentasi Anda. Ingat bahwa pendengar presentasi ini adalah orang dewasa yang harus memahami mengapa penting bagi mereka mendengarkan presentasi Anda
  3. Jelaskan secara brief apa saja yang akan Anda sampaikan melalui slide menu atau agenda
  4. Gunakan bahasa VAK (Visual, Auditori dan Kinestetik) untuk yang satu ini perlu penjelasan agak panjang, saya akan mencoba membahas di post lainnya

Jadi, percayalah bahwa experience makes permanent, semakin sering Anda pede untuk melakukan presentasi, tentu saja jam terbang Anda akan semakin mempengaruhi cara Anda melakukan presentasi.. Selamat mencoba..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s