Berbicara Agar Anak Mau Mendengar&Mendengar Agar Anak Mau Berbicara (Part 2)

Teater dan keluarga sama –sama memiliki “drama” kecil maupun besar, hanya saja di teater ketika tirai ditutup dan para penonton pulang, drama itu berakhir secara otomatis. Sebagai orang tua tentu saja kita tidak memiliki pilihan tersebut, kita sendiri yang harus membuat dan menentukan bagaimana drama itu seharusnya diakhiri… Dengan cara terbaik tentunya..

Sambil terus belajar membantu anak kita mengatasi perasaannya seperti yang telah saya tulis di sini, di post ini saya akan berbagi tentang bab kedua buku ini yang bertopik “Menjalin Kerjasama”. Topik ini diawali dengan cerita tentang aneka “drama” yang mewarnai kehidupan keluarga kita sehari-hari, pas.. banget juga dengan keluarga kecil kami yang hampir setiap pagi selalu ada “drama” kecil, jika proses bangun, mandi, sarapan sudah oke, terkadang drama ketika akan berangkat jadi “hit”. Atau ketika salah satu anak bangun terlebih dahulu, rasanya tidak ikhlas melihat saudaranya masih pulas, dengan teriakan riang Faza atau Haidar yang bangun lebih dulu selalu bersemangat membangunkan saudaranya… Pokoknya serruuu…

Naah.. di bab kedua buku ini dikupas habis bagaimana cara menjalin kerjasama dengan anak kita saat tantangan-tantangan sehari-hari itu muncul.

Bukunya keren banget krn byk komik ilustrasi nya..

Bukunya keren banget krn byk komik ilustrasi nya..

1. Jabarkan. Jabarkan apa yang Anda lihat atau jabarkan masalahnya (tanpa perlu mencemooh si anak)

Coba ya, apakah kita masih menjadi pemeran dari adegan seperti di bawah ini?

Bunda   : Ya Allah, Fani.. kamu ini gak tanggung jawab banget si, tiap kali nyalain keran pasti lupa matiin, kamu pengen rumah kita kebanjiran?

Coba ubah menjadi seperti ini:

Bunda   : Fani, airnya sudah penuh tuh..

Atau coba ubah kata-kata “Kalau papa lihat kamu coret dinding lagi, papa pukul kamu” dengan “dinding itu bukan tempat menulis, kita menulis di kertas”

2. Beri informasi

Jika anak sering membuka kotak kue, cukup berikan informasi semacam ini “Kue bisa jadi lebih cepat basi jika kotaknya dibiarkan terbuka”. Mudah bukan? Yang sulit biasanya adalah untuk tidak menyertakan kata-kata buruk setelahnya seperti “Pakaian kotor itu tempatnya di keranjang cucian. Kamu itu gak pernah ingat ya?”

3.Ucapkan kata kunci

Daripada panjang lebar ceramah “sudah dari tadi bunda minta kalian ganti piyama tapi masiiih saja main terus. Katanya sebelum main origami kalian mau ganti piyama kok sampai sekarang belum ganti juga sih?” sebaiknya ganti dengan “Nak, piyama”

4. Ungkapkan yang Anda rasakan

Saat anak Anda menarik-narik lengan baju Anda di supermarket apakah seperti ini yang Anda katakan? “Coba jangan ganggu ayah terus ya, kamu menyebalkan!” Jika iya, mungkin akan lebih efektif jika dinyatakan dengan kalimat seperti ini “Ayah tidak suka kalau lengan baju ayah ditarik-tarik”

5. Tulis pesan

Misalnya menempel di wastafel yang penuh rambut anak kita saat mereka menyisir pesan seperti di bawah ini:

“Tolong! Aku kalang kabut, di lubangku terdapat banyak rambut yang bekas disisir. Dari wastafelmu yang mampat”

Sekarang kita coba gunakan satu kasus untuk semua langkah di atas. Misalnya anak kita selalu meletakkan handuk bekas mandi sembarangan di atas kasur, maka

–          Jabarkan

“Ada handuk basah di tempat tidur”

–          Beri informasi

“Handuk itu mnembuat selimut mama basah”

–          Ucapkan kata kunci

“Handukmu”

–          Ungkapkan apa yang Anda rasakan

“Mama tidka suka tidur di ranjang yang basah”

–          Tulis pesan

Tulis di jemuran handuk “Tolong kembalikan aku agar bisa kering. Trims, Handukmu”

Yuuk, sama – sama belajar untuk terus bisa berkomunikasi secara efektif dengan anak-anak kita, Bismillah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s