Berbicara Agar Anak Mau Mendengar dan Mendengar Agar Anak Mau Berbicara

Saya adalah orang tua yang hebat, sebelum memiliki anak. Saya tadinya ahli untuk menunjukkan mengapa orang lain bermasalah dengan anak mereka, hingga saya menjadi ibu dari 3 anak.

Sejujurnya tiap kali membuka sebuah buku, kalau pas banget bahasa dan cerita awalnya dengan diri sendiri, itu bacanya jadi semangat banget. Nah, kalimat di atas yang tertulis di awal buku tsb begitu pas menggambarkan diri saya sendiri. Dulu sebelum beneran jadi ibu, kayaknya sombong banget bisa selalu dekat dan menaklukkan anak kecil di mana saja, kapan saja. Nah, begitu punya anak sendiri kayaknya diuji banget berbagai jurus penakluk wajib dicoba agar Faza dan Haidar anteng di pesawat, mobil dan tempat-tempat rawan lainnya.

Bukunya keren banget krn byk komik ilustrasi nya..

Bukunya keren banget krn byk komik ilustrasi nya..

Awalnya, buku ini saya baca demi janji tugas review buku bulanan di rumah bersama suami (baru kami wajibkan Oktober lalu) ternyata buku ini sulit sekali diringkas..  Kalau saya bilang banyak sekali bagian penting di buku ini, pasti para pemirsa blog ini protes, masa setiap buku dibilang penting semua isinya, seperti yang saya tulis sebelumnya di sini. Nah, jadi.. Untuk buku yang satu ini berbeda alasannya, mengapa? Karena dari awal sang penulis sudah mewanti-wanti untuk membaca buku ini pertahap dan harus diiringi latihan. Ha? Tenang, ini bukan buku LKS Matematika jadi latihannya bukan berupa soal, melainkan membiasakan cara berbicara dan cara mendengar supaya efektf dalam berkomunikasi bersama anak.

Bab 1 di buku ini membahas tentang Membantu Anak Mengatasi Perasaannya, kayaknya ya.. bab ini jadi awal yang baik, karena setelah saya pikir-pikir kegagalan org tua berkomunikasi dgn anak salah satu penyebab fatalnya adalah kita selalu membantah perasaan mereka. Hal seperti di bawah ini, sebagaimana ditulis di buku ini juga sering terjadi pada saya sendiri.

Anak      : Aku nggak suka adik bayi

Ortu        : Ah, Bunda tahu kok, kamu sebenarnya sayang sama adik bayi..

Anak       : Jalan-jalannya gak seru (padahal kita nyiapinnya udah berdarah-darah)

Ortu       : Kakak ngomong apa sih? Kan kita udah mainan tadi di pantai

(sebagian dari percakapannya saya gubah dengan pengalaman pribadi, hehe..)

Nah, jika itu juga kita yang kita alami sendiri, kira-kira bagaimana reaksi kita. Contohnya:

Istri (I)   : Duh, ayah.. Bunda capek banget deh hari ini.. Tadi tukang sayur mendadak gak jualan, adek muntah – muntah.. Rasanya pengen pingsan..

Suami(S): Ah, bunda belum ngerasain pulang pergi ke kantor naik kereta penuh bukan main, lagipula pas anak-anak tidur siang kan bunda juga bisa santai-santai. Kalau emang ga ada tukang sayur beli aja gak masalah..

Kalau saya yang digituin siiiyy, langsung tutup pintu kamar sambil nangis bombay… Alhamdulillah suami yang baik hati hampir selalu mendengarkan dengan seksama segala curhatan istri iniiih.. Nah, kira-kira begitu juga yang dirasakan anak, masa tiap kali mereka mau curhat apa, selalu dibantah.. Walaupun membantahnya dengan cara yang baik ya, kayak kasus adik bayi di atas.

Nah, tips untuk hal ini dari buku adalah:

  • Dengarkan dengan penuh perhatian

Buku ini penuh dengan komik ilustrasi jadi seru aja bacanya, tapi kira-kira untuk tips ini ada dua percakapan yang berbeda jauh:

Eric         : Yah, Vino memukulku..

Ayah      : tidak bicara apapun tapi langsung mematikan TV yang sedang ditonton dan menghadap ke Eric

Eric         : Jadi dia kupukul balik terus dia mukul aku lagi-keraaas banget, Eric jahat

Ayah      : memegang dagu smabil manggut-manggut

Eric         : pokoknya yah, mulai sekarang aku gak mau main lagi sama Vino, aku mainnya sama Dani aja yang gak suka mukul-mukul. Eric pun ngeloyor pergi🙂

Bedakan dgn yang ini

Nadia    : pensilku diambil orang, bundaaa

Bunda   : ah, bukannya kamu hilangkan?

Nadia    : nggak kok, waktu aku tinggal ke toilet masih ada di meja

Bunda   : lagian kakak, naruhnya sembarangan

Nadia    : mengernyitkan dahi

Bunda   : kakak-kakak, sudah berapa kali barangnya hilang, makanya besok lagi kayak bunda bilang harus disimpan di laci

Nadia    : Ih.. bunda gak asyik..:(

  • Tunjukkan perhatian dengan satu kata “ oh, hmm, begitu ya…”

Ini bedanya dari percakapan kedua di atas

Nadia    : pensilku diambil orang, bundaaa

Bunda   : Oh..

Nadia    : Padahal waktu aku tinggal ke toilet masih ada di meja

Bunda   : Hm..

Nadia    : Sudah tiga kali pensilku diambil orang

Bunda   : Waduh…

Nadia    : aku tahu, mulai besok pensilku disimpan di laci meja aja ah..

Bunda   : Nah, gitu donk J

  •  Sebutkan nama perasaan yang kira-kira dirasakan oleh anak kita

Vina       : ayah, kura-kuraku mati, padahal tadi pagi masih hidup

Ayah      : wah, mengejutkan sekali..

Vina       : dia kan temanku yah..

Ayah      : memang sedih kehilangan teman

Vina       : tiap hari kan aku yang memberinya makan

Ayah      : pasti Vina sayang banget ya, sama kura-kura itu..

Vina       : huhu.. iya ayah.. (memeluk ayah)

  • Beri anak keinginannya dalam khayalan

Bobi       : aku mau sereal

Bunda   : coba bunda punya ya, untuk Bobi

Bobi       : pokoknya aku mauuu

Bunda   : iya sayang, bunda tahu kamu mau

Bobi       : aku mau sereal sekarang…

Bunda   : andai bunda bisa sulap sehingga bisa memberikan bobi semangkuk sereal

Bobi       : tersenyum, ya udah aku makan roti aja ah..

Kira-kira ini lah ringkasan bab 1 buku ini, yang sdh baca juga boleh menambahkan jika ada yg masih kurang2🙂

3 thoughts on “Berbicara Agar Anak Mau Mendengar dan Mendengar Agar Anak Mau Berbicara

  1. Pingback: Berbicara Agar Anak Mau Mendengar&Mendengar Agar Anak Mau Berbicara (Part 2) | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s