Don’t Teach Me, I Love to Learn…. :)

Kalimat yang sering mengagetkan saya belakangan ini adalah ketika anak-anak mengajak “belajar” karena dulunya kata belajar ini jadi momok bangett.. Nah, karena para ayah bunda jaman sekarang sudah sedemikian canggih mengemas kata belajar jadi hal mengasyikkan, maka jangan heran kalau sekarang malah anak2 kita jadi keranjingan belajar (baca: bermain sambil belajar) Post ini saya edit kembali setelah mendengarkan kuliah online hari ini (17 Sept 2014) kali ini pertama kali ami pakai aplikasi go to meeting, sebelumnya menggunakan wiziq🙂

Pertama, kita harus kembali mengingat bahwa dunia terus berubah entah terkait teknologi, gaya hidup, dan banyak hal lainnya, karena itu… kita harus ingat spirit diagram di bawah ini:

Kuliah Online

Judul slide pertama di Kuliah Perdana BUNDA CEKATAN ini sangat menggugah hati saya. Walaupun agak terlambat 30 menitan, tappiii semangat ini masih membara (weiss gayya..). judul kuliah hari ini adalah Learn How to Learn

Saya coba buat point list nya yahh teman-teman, siapa tahu ada yg ketinggalan kuliah online perdana hari iniiihh…:)

  • Saat anak-anak sedang “belajar” (ingat belajar di sini bukan selalu saat dia buka buku atau menghafal sesuatu) tanggapi dengan ikhlas, sepenuh hati dan semangat. Misalnya: saat anak-anak kita belajar menerbangkan pesawat kertas, dan jatuh – jatuh terus, kmdn dia menunjukkan kepada kita saat gagal dan bertanya maka tinggalkan seluruh aktiftas Anda saat itu, jika sedang memasak tinggalkan penggorengan, jika sedang ber bbm tinggalkan gadget Anda, jawab dan semangati. “ Subhanallah, Kaka hebat.. Kira-kira kenapa ya jatuh terus dan terbangnya belum jauh?” Jangan Cuma sekedar menanggapi namun mata Anda sedikitpun tidak menoleh.

Image

  • Learning model yang tepat sebaiknya selalu diawali dengan menguatkan iman, menumbuhkan karakter, menemukan passion dan betul-betul memahami learn how to learn.. Cara menguatkan iman misalnya saat anak kita hobi bermain air, ajak anak untuk memahami siapa yang menciptakan air, “subhanallah ya kak, Allah baik sekali sudah menciptakan air utk kita, pdhl kalau air ini habis bagaimana ya kita minum, mencuci, dll.” Jadi saat anak bermain air dy tahu bahwa tidak boleh berlebihan, dlsb.
  • Saat ini jangan hanya sekedar meminta anak-anak untuk pintar menjawab melainkan ajarkan untuk terampil bertanya. Terampil bertanya bisa menggunakan panduan what, when, who, how, why, where, which one. Jangan terpaku meminta anak menanyakan pertanyaan yg berbobot, tapi apapun pertanyaannya puji dulu. Atau jika saat anak bertanya kita sedang tidak sempat atau tidak bisa menjawab cuba ungkapkan dengan jawaban seperti ini “Ih keren kaka, pertanyaannya, kita catet dulu yah kak, pertanyaan kakak.. ” Setelah itu ajak untuk mencari tahu, yuk kita cari di google, yuk cari di inseklopedia.. dan lain-lain.. bisa juga menanyakan ke ayahnya saat ayah pulang kantor.
  • Jangan hanya menghapal materi namun mengembangkan struktur berpikir. Ajak anak-anak membuat hipotesa, lalu buktikan. Misalnya, saat anak kita sedang hobi memasak kue, dia menyatakan bahwa kayaknya kalau pakai tepung singkong lebih enak. “Oh begitu ya Kak? Coba nanti kita buktikan dengan resep ini ya..” Setelah itu, ajak memasak bersama dan buktikan hipotesa tersebut benar atau tidak.
  • Ajak anak untuk aktif mencari bukan sekedar pasif mendengarkan,
  • Ajak juga anak untuk bersikap skeptis bukan hanya sekedar menelan informasi mentah-mentah. Contoh sederhananya adalah apakah Anda tipikal orang yg suka langsung mem-forward broadcast message tanpa mencari tahu benar atau tidaknya info tersebut. Hehe, yang ngerasa yuuuk mulai belajar untuk skeptis🙂

Cara Belajar

  • Biasakan anak-anak untuk belajar setiap waktu bukan hanya membatasi sekolah sebagai waktu belajar, karena belajar baru dapat dikatakan selesai saat kita menutup hayat.

3_Semangat Belajar

  • Mulai sekarang jangan terbiasa “meratakan lembah” (contohnya: ketika tahu anak kita kurang kuat di subjek matematika maka kita berikan les setengah mati matematika, padahal passion anak memang bukan di situ) sebaiknya yang kita lakukan “meninggikan gunung” (apa yang disukai anak itu yg makin kita dukung dan tonjolkan)

4_strategi belajar

  • Sebagai orang tua perhatikan dengan baik, bagaimana seharusnya kita bersikap dan posisi kita tergantung dari fase dan usia anak kita seperti fase berikut ini:

Peran Ortu

Yeaaayyy, selesaiii, untuk yang belum ikutan ayyyoook ikut yaah.. Minggu depan temanya MANAJEMEN WAKTU, boow, ini penting sekali…

14 thoughts on “Don’t Teach Me, I Love to Learn…. :)

    • Salam kenal juga mbak, kalau tidak salah ada IIP Jakarta, nah, untuk lebih jelasnya bisa kontak via email ke Pengurus IIP Pusat, kebetulan saya bukan pengurus soalnya🙂 Mhn maaf jika kurang membantu..

  1. Mbak, untuk gabung di aplikasi go to meeting gmn caranya dan langkah awalnya. Soaly saya biasaY ikut lewat wiziq. Makanya saya tunggu2 kok tdk ada info setelah kuliah bunda sayang selesai. Trims….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s