Menanti Ajal

Hendaknya kita selalu menyisipkan do’a agar diberikan husnul khatimah, kemudahan saat ajal menjemput, dan membuat banyak orang bersedih atas kepergian kita karena manfaat yang kita berikan untuk sesama, dalam setiap sholat dan keheningan malam saat kita menundukkan seluruh badan dan jiwa kita di hadapan Rabb yang Maha Kuasa

Post ini saya tulis setelah saya pulang dari Sidoarjo untuk menemani Mbah Putri saya di ICU 2 hari terakhir (Ibu dari alm Ibu saya) usia beliau 72 tahun, sudah sangat tua namun masih tampak segar sebenarnya wajah beliau. Hingga saya menulis post ini beliau masih berjuang melawan penyakitnya.. Namun selama menunggu di ICU saya disuguhi oleh begitu banyak pemandangan menyedihkan betapa ada anak gadis korban tabrak lari yang akhirnya meninggal setelah hari ke-6 di ICU, seorang Bapak tua yang divonis tumor otak dan sudah lebih dari 7 bulan di ICU tanpa kenaikan kondisi, dan masih banyak lagi kisah sedih lainnya.

Rasanya seperti diingatkan bahwa begitu banyak nikmat sehat yang kadang lupa kita syukuri, berada di bagian ICU rumah sakit dua hari ini, membuat saya tersadar bahwa kapan ajal itu tiba memang hanya Allah yang tahu, ada yang baru dipindahkan ke ICU dan meninggal ada yang sdh begitu lama di sana, dan aneka kisah lain.

Wafatkan kami dalam kondisi husnul khatimah ya Rabb, pada jalan-Mu, terima kasih untuk semua nikmat yang Engkau berikan yang sangaaaaat tidak terhitung, jadikan keturunan kami, keturunan yang Shalih dan shalihah sehingga dapat selalu memohonkan ampun bagi kami saat kami wafat nanti. Amiiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s