Belajar Sejarah Kereta Api Ituuu, Serrruuu

“Kami berharap melalui momen – momen semacam ini mereka jadi mulai paham bahwa belajar bisa kapan saja, di mana saja, dari apa saja..”


Image

Jalan – jalan ini sudah kami rencanakan seminggu sebelumnya setelah liat betapa serunya keluarga Mbak Lala belajar di sana.

Image

Daan 19 Okt yang direncanakan itu pun tiba.. Paginya Kak Faza harus berjuang dulu layaknya jama’ah haji untuk kegiatan Manasik Haji bersama di Lapangan BRIMOB Kelapa Dua. Jangan ditanya betapa hebohnya dan drama karena pesertanya yg ribuan.. dan kami pun berinisiatif jemput langsung ke lokasi mengingat bbrp cerita guru di sekolahnya. Akhirnya jm 11 lebih kami bertiga (baca: ayah, bunda dan kakak) berpelukan.. Pulang ke rumah bersih-bersih dan sholat dhuhur, setelah dhuhur saya tanya kembali ke Faza, kaka jadi mau liat kereta atau istirahat di rumah aja? Dengan semangat Faza menjawab “mau liat kereta aja bunda..” Emang ya, energi anak-anak beda banget sama yg uda dewasa gini, jadilah stlh makan siang, nyiapin dan mereview perbekalan, bangunin adek Haidar yang pules dari jam 11, berdo’a di mobil menuju stasiun Pocin.

Di stasiun tumpukan penumpang banyak sekaliiii, karena kami mau turun di Cawang maka kami berempat pun berjalan ke peron bagian belakang, taraaaa… Saya melirik ada sosok yang sgt saya kagumi, Mbak Lala sekeluarga tryt baru pulang dari Perpus UI juga mau menuju Jakarta, walau gak yakin Mbak Lala notice siapa sayaah, yg penting uda ketemu langsung dan melihat Yudis, Tata, dan Duta (semoga bener ejaan namanya :))

KRL agak penuh tapii anak-anak teteup hepi.. Turun di cawang dan naik ke jalan raya sebelum naik taksi ada kejadian yang bikin faza bertanya-tanya: kenapa yah bunda, dia begituu? Karena saat nunggu taksi dan sdh ada taksi yang menepi untuk kami mendadak ada seorang mbak-mbak yg dari tadi asyik nelpon di pinggir jalan setengah berlari menyongsong taksi tersebut daaan masuk ke dalamnya, saya dan suamiih hanya bs bengong dan berdoa😦 Saat Faza bertanya kami jawab mungkin dia buru2 kak😀 Kakak kalau sdg buru2 pun nanti kalo bisa tetap bilang permisi dan ijin dulu ya..

Tak lama ada taksi lain, dan kami pun menuju Erasmus Huis di kedutaan Belanda, letaknya tak jauh dari ujung Rasuna Said yang dekat Mampang. Sampai di sanaa… Tanpa dikomando anak-anak langsung menuju kereta yang didisplay.. Sebenarnya tidak banyak info berat yang bs kami sampaikan utk faza yang belum genap 5y dan Haidar yg baru berusia 2y, namun setidaknya melalui momen – momen semacam ini mereka jadi mulai paham bahwa belajar bisa kapan saja, di mana saja, dari apa saja..

Di bagian exhibition, banyaaak foto-foto kereta dr yang paling tua sampai yang terkini, banyak juga miniatur.. pokoknya seru walaupun minimalis.. Di bagian dalam kami ga sempet foto-foto miniatur tsb karenaaahh, Faza dan haidar berlarian ke sana kemari dan sibuk berusaha megang-megang mniatur yang ada tulisannya Do Not Touch, jadilah kami sibuk megangin anak-anak smbil berusaha membaca caption di setiap foto yg ada di sana🙂

Enjoy our narsis pics..😀

Image

Naik kereta api tut tut tut…

Image

Hasil jepretan Kak Faza…

Image

Makasii kak Faza, fotonya kereen..

NB: Susaaah banget ngajak Faza dan Haidar pulang, pdhl bundanya sdh ditunggu arisan RT di rumah..:)

One thought on “Belajar Sejarah Kereta Api Ituuu, Serrruuu

  1. Pingback: Pameran Transportasi SMESCO 10-12 Sept 2014 | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s