Workshop “Menanamkan Nilai Islam kpd Anak dg Kasih Sayang”_Summary (2 of 2)

Oke, melanjutkan tulisan sblmnya di sini, saya lgsg lanjut ke poin berikutnya yaitu

  • Memiliki visi pengasuhan
Jika kembali ke bagian awal mengapa yg dipilih oleh oleh salah satunya adl Keluarga Nabi Ibrahim, antara lain karena 2 dari 12 anaknya adalah Nabi, beliau

Sibuk dalam dakwah – jarang bertemu anak- namun mampu mengkaderisasi keimanan secara turun temurun sehingga

Diberi gelar “Bapaknya Para Nabi”. Nah, apa kunci sukses beliau dengan gaya pengasuhannya?

Sama seperti ungkapan yg sdh sering kita dengar “Al Ummu Madrasatul Ula-Ibu adalah sekolah pertama bagia anaknya” namun di sini perlu digarisbawahi kembali bahwa Ibu Madrasah seorang anak dan AYAH kepala sekolahnya. Mengapa demikian? Ibarat sekolah dlm bntuk fisik, apakah kira-kira guru di sekolah tersebut bs mengajar dg baik jika fasilitas yg ada jauh dari cukup dan tdk ada panduan kurikulum serta silabus yg jelas? Oleh karena itu Tugas ayah sbg kepala sekolah adl membuat nyaman sekolah, menentukan visi misi dan evaluasi program.
Madrasah
Nabi Ibrahim sndiri memiliki Visi Pengasuhan sbb:

1. Selamatkan Aqidah

2. Biasakan Ibadah – tegakkan sholat

3. Mengajarkan perilaku simpatik – Akhlak  Mulia

4. Mencetak Enterpreneur

Kesuksesan pola pengasuhan ayah lainnya adl bonding yg kuat antara Nabi Yakub dan Nabi Yusuf, anaknya. Masih ingat betapa besarnya godaan nabi Yusuf saat berhadapan dg Siti Zulaikha? Di saat-saat kritis saat beliau hanya berdua di ruangan tertutup bersama Zulaikha, yg sgt memungkinkan syahwat menguasai dirinya, Nabi Yusuf teringat sosok Ayahnya dan terkenang nasehat beliau untuk menjaga izzah sbg seorang Nabi. Mnrt Ust Bendri, salah satu penelitian yg cukup menarik adl anak perempuan yang dekat dengan ayahnya, ketika berhadapan dg konflik rumah tangga di 10 tahun pertama pernikahannya akan lebih sabar dan berjuang mempertahankan pernikahan tsb, tdk tergoda untuk selingkuh. Mengapa? Kemungkinan karena dia memiliki figur sandaran shg tdk perlu mencari sandaran lain atau menganggap bahwa pria sebenarnya sebaik ayahnya, oleh karena itu dia hrs berusaha sebaik mungkin mempertahankan pernikahannya.

Picture taken from: http://rashidahppgupsi2011.blogspot.com/2011/12/mengenal-ahli-keluarga.html

Nah, kembali ke masalah peran ibu sbg madrasah dan ayah sbg kepala sekolah, terkadang agar emosi ibu tetap stabil dan positif perlu kebesaran hati sang ayah utk mendengarkan curhatan sang Ibu (kadang-kadang berbentuk omelan si..) Tapi, dulu pun Rasulullah selalu meluangkan waktu mendengarkan keluh kesah Aisyah saat beliau di rumah, bahkan diriwayatkan suatu waktu Aisyah bercerita panjang lebar ttg pertemuannya dg 11 orang di hari itu dan semuanya didengarkan Rasulullah dengan penuh perhatian (baca: bukan sekedar angguk2 tnp makna ya😀 ) hehe. Nah kalo yang ttg Umar bin Khattab bersedia menerima omelan dari istrinya sdh pernah dnegar kan ya? supaya ga makin pnjg post ini bisa dibaca di sini ya….

  • Menghargai Anak
Selain berharap anak dapat menghargai kita sebagai orang tua sebaiknya kita harus membiasakan menghargai anak terlebih dahulu. Dengan cara apa?
1. Membiasakan DIALOG – thinking skill (37 : 102)
2. Bersikap lembut dalam banyak hal
Karena Allah mengajak hambaNya untuk berpikir
Rumusnya : Jelaskan situasinya & tanya pendapatnya.
Uhhh mana bisa anak2 diajak diskusi? Mari kita lihat contoh dari Nabi Ibrahim saat akan menyembelih Nabi Ismail, setelah terbangun dari tidur dengan mimpi perintah untuk menyembelih Ismail, Nabi Ibrahim meminta Ismail dipakaikan baju terbaiknya, diajak bermain baru kemudian diceritakan bahwa semalam Ayah bermimpi diperintahkan Allah untuk menyembelihmu, Nak. Bagaimana pendapatmu? Nabi Ismail (secara tata bahasa Arab ditafsirkan tersirat rasa takut juga namun pasrah) menjawab: Jika itu yang diperintahkan Allah kpd mu maka lakukanlah Ayah..

Sejak kapan anak bisa diajak diskusi? Sejak dia mulai jelas mengucapkan kata-kata atau berbicara. Misalnya, sang anak diajak berjalan-jalan ke toko dan diberi budget tertentu untuk membeli buku. Ternyata buku yang diinginkan harganya jauh di atas budget, apa yang hsr dilakukan? Jika anak belum terlalu mempunyai nalar panjang, bimbing dia dengan pilihan. Nak, mau beli buku skrg dengan budget sesuai yang kita sepakati atau tetap mau buku itu tapi kita belinya bulan depan? mnrt kaka/adek bgmn?

  • Menjadi teladan bagi anak
Jika ingin membentuk anak seperti apapun yang kita inginkan, maka mulailah dari diri sendiri (Ibrahim :40). Cerita yang cukup menyentil tentang poin ini adalah tentang bagaimana Imam Hasan Al-Bashri menunda ceramah  khutbah Jum’at ttg pembebasan budak hingga beliau selesai menabung untuk mampu membeli budak dan langsung membebaskannya, cerita lengkapnya ada di sini.
Keteladanan adalah NASEHAT yang sangat menyentil, aturan dibuat untuk semuanya. Dan jalan singkat untuk tahu apakah message kita sampai ke anak-anak adl dgn mendengarkan apa topik yg sering mereka bicarakan.  Sama seperti kisah 3 khalifah berikut apa yang dibicarakan rakyatnya sama dengan yg dijadikan visi oleh pemimpinnya.
a. Saat di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid, diskusi di kalangan masyarakat kurang lebih berkisar di pertanyaan, rumah sdh berapa , punya tanah di mana saja, dll. Mengapa demikian? Karena memang visinya adalah infrastruktur.
b. Saat berada di bwh kepemimpinan Sulaiman bin Abdul Malik, diskusi di kalangan masyarakat kurang lebih berkisar di pertanyaan, anak sdh berapa, cucu sdh berapa. Karena visi beliau adalah keluarga besar
c. Saat di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, diskusi di kalangan masyarakat kurang lebih berkisar di pertanyaan hafalan sdh berapa juz, infaq berapa, kitab apa saja yang sdh dipelajari, Mengapa demikian? Karena memang visinya adalah ibadah
Nah, bgmn dgn anak-anak kita? Apakah yang dibicarakan berkisar ttg fashion, musik, pelajaran, atau bahkan ibadah, tergantung bgmmn kita membentuk dialog di keluarga bersama pasangan dan anak-anak.
  • Do’a yg tdk pernah putus

Bagaimanapun, Doa adalah pengikat anak di saat jauh, Hati anak terpaut karena ALLAH yang mengikatnya (8:63). Jadi jika merasa anak tak menurut, periksa juga hubungan kita dengan ALLAH🙂

Alhamdulillah, selesai juga nulis summary nya… semoga kita dimudahkan ALLAH dalam menjalankan amanah sebagai orang tua. Amiiin…🙂

Picture taken from: http://roliabdulrohman.com/kewajiban-membina-keluarga-sakinah/.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s