Being A Professional Mother_Count Down

Sebelum menulis banyak saya ingin mengutip tulisan Ibu Septi Peni di web Ibu Profesional:

“..Anakmu bukan milikmu, ia adalah milik jamannya,

Kau boleh berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya,
Karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi,
walaupun dalam impian ” (Kahlil Gibran- Anak)

Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orangtua adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menemui masa depannya.

Meskipun anak-anak adalah homo ludens (makhluk yang suka bermain) tetapi mendidik mereka tidak bisa “Main-main”. Butuh keseriusan para orangtua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh sikap profesional dalam mendidik mereka.

Salah satu definisi kata “Profesional” adalah memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya (sumber : kbbi).Sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila ada seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu,  menjalankan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarganya dengan berlandaskan sebuah  ilmu. Ada satu kalimat dahsyat “jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi maka tunggulah titik kehancurannya”.

Setelah lulus kuliah, saya memang belum pernah bekerja yang sangat formal di sebuah perusahaan besar yang dikelilingi oleh pegawai2 fashionable dan hampir selalu berpakaian formal rapi. Jadi kalau ditanya bagaimana excitednya saat hari pertama bekerja, mungkin saya akan mengasosiasikan hal tsb seperti saat pertama kali menerima kabar bahwa saya diterima menjadi asdos di kampus, saking hepinya malam itu juga saya traktir semua teman di kontrakan (untungnya temen sekontrakan cuma 5 orang, hehe). Nah, dalam hitungan hari saya akan memulai karir saya yang baru.. As Rene said, your job is not your career, pekerjaan kita sekarang belum tentu karir kita. Setelah 6 tahun mencari karir yang pas, semoga menjadi ibu profesional adalah benar sebuah passion dan karir yang paling pas untuk saya.

Jangan ditanya betapa excitednya saya menyambut karir yang baru ini, walaupun mungkin belum semua waktu dapat saya dedikasikan untuk menjadi ibu yang benar2 profesional untuk anak-anak, setidaknya seluruh jabatan struktural saya telah saya serahkan per akhir bulan ini. Saya masih punya beberapa kewajiban mengajar dan menulis modul, semoga semua masih ter-manage dengan baik. Excitement itu dalam bentuk apa? Terus terang, beberapa minggu ini saya lebih sering terbengong bengong membaca tulisan para parent yang homeschooler, belajar dari blog-blog mereka mencarai web sumber worksheet seru untuk belajar smbil bermain dengan anak-anak instead of bekerja.

Saya sudah terlalu hanyut pada apa yang harus saya lakukan nanti di rumah, walaupun secara manusiawi tentunya ada rasa takut, takut jika ternyata peran saya di rumah belum tentu membuat semua lebih baik seperti bayangan saya, takut mengalami post working-mom syndrome (ada gak si term ini? hehe) takut jika mati gaya di rumah, dan masiiiiih banyak lagi lainnya..

Namun, di atas itu semua, keputusan yang saya ambil brgkt dari sebuah hadits yang sdh beberapa kali saya dengar, namun terakhir saya dengar sabtu lalu dari suami, bahwa seorang laki-laki akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya, seorang wanita atas rumahtangganya dan seorang pemimpin atas apa yang dipimpinnya (semoga redaksional tidak jauh melenceng). Semoga dengan keputusan ini saya lebih bisa mempertanggungjawabkan urusan rumah tangga saya dan membuat saya lebih berbakti pada suami, serta memberikan pendidikan dan pengasuhan terbaik untuk anak-anak.

Bismillahirrahmanirrahiim🙂

One thought on “Being A Professional Mother_Count Down

  1. Pingback: Serba Serbi Stay at Home FTM (Full Time Mother) | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s