Renungan: Bagaimanakah Persaudaraan Kita?

Tulisan ini saya tulis kembali meringkas dari judul bab yang sama dengan judul note di atas dari Buku Muhammad Al Musthafa- Herry Nurdi.

Sekembalinya dari perang menuju ke Madinah Usamah bin Zaid menceritakan salah satu kejadian yang dihadapinya saat mengejar musuh dan musuh tersebut tdk memiliki jalan lain, mendadak dia mendengar musuh tersebut bersyahadat, berulang kali. Namun, karena menganggap bahwa itu bukanlah dari hati melainkan untuk menghindari dibunuh maka musuh tersebut tetap dibunuhnya. Setelah Usamah bercerita Rasulullah SAW menatap tajam ke dalam mata Usamah “Dia sudah mengucapkan Laa ilaha illallah, lalu engkau membunuhnya? Usamah tak mampu menjawab dan Rasulullah mengulang-ulang kembali pertanyaan tersebut, hingga beliau menyambung lagi “Mengapa tidak engkau belah saja hatinya, sehingga engkau tahu bahwa ia mengucapkan Laa ilaha illallah hanya untuk menghindari pedang. Bagaimana kalau ucapannya itu kelak menuntutmu di hari kiamat?. Tidak terbayang betapa menyesalnya Usamah setelah itu.

Berkaca kepada diri kita sendiri, semoga sangkaan kita kepada saudara sesama muslim lain tdk menyebabkan kita mudah menganggap orang lain kafir, musyrik, dan lainnya.

Bangkitkan rasa cinta kami sebagai saudara seiman dan halangin kami dari keinginan saling tikam. Jika ada yang hendak mengadu domba, kuatkan hati kami untu saling percaya, semoga kami tidak menerima pertanyaan yang tidak mampu kami jawab di sidang pengadilan paling besar kelak ya Rabbal alamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s