Coaching… A Beautiful Method to Assist Someone..

5 hari ini saya kembali diingatkan tentang pelajaran menggunakan metode coaching untuk berbagai aktifitas keseharian saya (walau tentu bukan semuanya yaaa..) Bagi yang belum pernah dengar tentang coaching atau baru sama2 mendengar semoga beberapa penjelasan di bawah ini bisa cukup memberikan pencerahan…

Kita mulai dari definisi, kalau kita cari di mbah google, dgn kata kunci “coaching” akan muncul kurleb 256juta link terkait dengan key word ini. Nah, saya akan berbagi definisi dari ICF.

What is coaching?

A partnering with clients, in thoughts-provoking, an creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential – International Coach Federation

Banyak yang menyangka, coaching = mentoring, padahal coaching yang seharusnya adalah perpaduan antara mentoring, consulting, training, dan therapy.

Sebagai tim pembina UKM di UKM Center FEUI, bagi saya ilmu baru ini sangat bermanfaat untuk mengajak UKM binaan kami menolong diri merea sendiri melalui kerjasama dengan bantuan dari orang lain. Mengapa? Karena kalau selama ini energi kita hampir habis karena harus berperan sebagai mentor dan konsultan untuk mereka, ternyata mereka sudah punya banyak wawasan dan pengalaman untuk dikembangkan hanya bagaimana cara kita menggali informasi yang benar dan mengarahkan pilihan mereka kepada pilihan solusi yang terbaik.

Pembahasan tentang coaching ini sejujurnya lebih “mantap” jika dilakukan secara langsung tatap muka dan banyak berlatih – jam terbang akan membuat kemampuan kita makin permanen- Namun demikian secara singkat ada beberapa tahapan minimal yang harus dilakukan seorang coach saat memberikan sesi coaching kepada klien nya.

1. Building Trust

Rasanya bukan hanya sesi coaching saja ya yang perlu membangun kepercayaan dari lawan bicara kita, setiap kali berkomunikasi sebaiknya elemen ini secraa otomatis ter’install’ pada diri kita sehingga komunikasi yang terjalin akan efektif. Sebagai coach, building trust ini merangkum kewajiban untuk menjaga kode etik (kerahasiaan informasi dan care), berkomunikasi yang baik (ingat, kata-kata hanya mencerminkan 7% dari komunikasi yang terjalin, intonasi 38% dan bahasa tubuh mendominasi pesan yang ingin kita sampaikan sebesar 55%). Sebisa mungkin kita membangun rapport yang baik dengan lawan bicara kita dengan melakukan pacing dan leading yang baik (detailnya harus ditulis di bagian terpisah :))

2. Active Listening

Kunci untuk melakukan active listening adalah be presence (bukan sekedar raga yang ada dihadapan lawan bicara, namun juga pikiran dan hati kita), jika sudah memahami sensory system bahkan nanti kita akan tahu apakah lawan bicara kita menyatakan yang sejujurnya atau tidak, kita juga harus memperhatikan apakah klien telah merasa nyaman dengan bercerita kepada kita.

3. Clarification

Agar tidak terjadi mis komunikasi dan mis informasi, lakukan klarifikasi untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin. Sebagai coach jangan pernah menyimpulkan berdasarkan asumsi, pastikan klien bicara lebih banyak dibanding kita sebagai coach. Ingat bahwa sesi coaching bukanlah training🙂

Misalnya: Aduuh coach kenapa ya omzet saya dari dulu masih keciiil aja. Jangan langsung beralih mencari solusi, tapi klarifikasi terlebih dahulu, kecinya seberapa ya? Dibanding dengan apa? Sudah dibandingkan dengan usaha sejenis? Pernah dibandingkan dengan omzet tahun sebelumnya?

Kira – kira begitu cara kita mengklarifikasi sebuah statement dari klien.

4. Powerful Question

Bagian ini pembahasannya harus panjang lebar sebenarnya, karena bagaimana mengajukan pertanyaan yang powerful haruslah memahami beberapa metode agar pertanyaan yang diajukan bukan lagi sekedar pertanyaan tertutup atau pertanyaan yang berusaha me-lead ke topik atau solusi tertentu yang sudah terpikir oleh coach sebelum semua masalah clear tersampaikan.

5. Accountability

Di setiap akhir sesi coaching, seharusnya akan muncul target action plan yang harus dilakukan oleh klien dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh klien sehingga jika masing2 action plan tersebut dipenuhi satu persatu maka bisnis yang dijalankan akan makin maju dan berkembang.

– To Be Continued –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s