Recurring Dillemas, Curhat Working Mom…

Any woman who has a career and a family automatically develops something in the way of two personalities, like two sides of a dollar bill, each different in design. Her problem is to keep one from draining the life from the other. Ivy Baker Priest

 

Bagi saya berkarir bukan sekedar bekerja dan berkarya di perusahaan tempat kita bekerja, sejak awal kami (saya dan suami) mendefinisikan karir kami nantinya harus pula bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang dan seimbang dengan visi keluarga.

The best career advice given to the young is: Find out what you like doing best and get someone to pay you for doing it. Katherine Whitehorn

Dari survei BPS tahun 2011 wanita bekerja di Indonesia mencapai 48,4 juta orang, jika separuhnya adalah seorang Ibu berarti saya punya teman seperjuangan kurang lebih 25 juta orang. Harusnya dilema yang pagi ini saya hadapi dihadapi juga kan ya oleh banyak ibu bekerja atau berkarya lainnya. Tapi entah mengapa setiap muncul dilema semacam ini, rasanya tetap galau, hiks hiks…

Kenapa tiba-tiba jadi melow begini?? Walaupun bekerja part time seperti saya sudah cukup fleksibel mengatur waktu untuk nganter anak2 ke sekolah, pulang cepat dan menemani mereka bermain, rasanya tetap saja harus ada sesi drama korea di hari-hari saya dengan anak-anak, saat hrs ada aktifitas WAJIB yang hrs dilakukan tentunya padahal bentrok dengan jdwl penting nemenin mereka. Hari Senin besok misalnya harus ngajar di kelas dan ngajar training, padahaaal Haidar mau field trip ke Kebun Raya, huhu… Teruuus, baru dpt info dari sekolah Kakak Faza, ternyata pentas seni si kakak tgl 15 Juni di mana tgl itu bundanya sdh dibook untuk ikut ToT pentiiiing di kntor, belum kejadian aja udah sedih bgt membayangkan ga bisa nemenin anak2 di momen2 seru mereka…..

Jadi inget waktu ultah Haidar yang pertama setelah mengecup keningnya di dini hari tgl 27 Sept itu saya terpaksa ninggalin Haidar berangkat ke Timika untuk mengajar, ultah kakak faza yang keempat hampir bernasib sama karena harus ngajar di Belitung Timur, syukurlah harga tiket ke sana ga terlalu menguras sisa tabungan, jadilah ke sana berombongan dengan anak-anak dan 1 nanny J Waktu pentas kakak faza di TPA Makara juga terpaksa diwakilkan ke tantenya karena bunda harus jd koord kegiatan penghargaan buruh migran inspiratif disaksikan RI-2. Ouwwhhh rasanya pengen mewek inget itu semua…

Naaah, alhamdulillah suami dan keluarga tercintaah selalu bersedia berkorban nemenin anak2 dan memvideokan mereka demi bundanya bs lihat aksi para bocah… Walaupun sediih banget dan pasti kakak ngambek krn bundanya gak ada, tapi insya Allah nanti mereka bisa paham bahwa yang bundanya lakukan bukan untuk sekedar bekerja, tapi berniat untuk berbagi dengan banyak orang di luar sana, semoga juga apa yang bunda lakukan bisa bermanfaat yah nak…. J *mencoba tersenyuuum…

Inget sama video yg bbrp hari lalu dishare tentang obrolan Uje di Just Alvin, intinya begini kalau tdk salah, “kalau saya sedang sibuk dan keluarga protes, saya akan balik bertanya lebih suka mana sering kumpul di dunia tapi pisah di akhirat atau gapapa jarang kumpul di dunia tapi bersama2 terus di akhirat?” semoga yang bunda lakukan bisa memperberat amalan bunda sehingga nanti di akhirat kita dikumpulkan di Jannah-Nya ya Nak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s