Belajar dari Lapis Bogor

Kamis lalu, di kantor saya seperti biasa rutin menggelar kegiatan Bedah UKM untuk saling belajar dari pengusaha UKM yang telah sukses duluan, dan jadi belajar banyak jurus dari mereka, utamanya juga untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Awalnya mungkin nampak tidak ada yang istimewa dari usaha kuliner milik Mbak Riska yang memiliki merek Lapis Bogor “Sangkuriang”, tapiiii tunggu dulu, coba tebak berapa omzetnya sebulan? Yaaak salah, kalau Anda hanya nebak di kisaran puluhan atau ratusan juta, saat ini per bulan Mbak Riska mengantongi kurleb 2,8 milyar lhooo..  Tapiii yang baru mulai usaha jangan keburu ciut ya,.. setahun yang lalu Mbak Riska mengawalinya juga hanya dengan produksi 2 loyang per hari, sekarang.. sudah 3.456 loyang atau box per hari, keren banget yaah. Kuncinya apa? Menurut Mbak Riska, kalau dari segi produksi sebenarnya tidak jauh beda dengan usaha kuliner berjenis cake lainnya, tapi sebagai pengusaha yang harus mendapat perhatian lebih justru di bagian pemasaran dan penjualan, karena percayalah, sepintar apapun memproduksi kalau ga ada yang beli percuma…😀 Well, simak beberapa jurus penjualan beliau ini:

1. Gunakan Kalimat induksi deduksi saat beriklan
2. Keluar dari formalitas, raih ke”intim”an dengan pelanggan. Percayalah, semakin dekat kita dengan pelanggan secara emosional akan semakin banyak “pembela” brand kita secara sukarela yang efeknya jauh lebih dahsyat dibandingkan iklan puluhan juta rupiah
3. Forbidden triangle
4. Make competitor as a Scary BIG mistery

Misalnya gimana, berikan informasi bahwa produk kita telah terdaftar dan terjaga kualitasnya, namun sampaikan pula kalau produk lain kami kurang tahu apakah sdh terdaftar dan halal misalnya, sehingga jadi scary juga kan customer..
5. Tell benefit, not a feature

Sampaikan benefit produknya jangan cuma sekedar feature, selain buang waktu, customer bisa terlalu leah mendengar informasi yang terlalu banyak. Misalnya untuk produk lapis bogor rasa teh hijau, jangan sampaikan ingredients lainnya seperti terdiri dari tepung gula, tapi langsung sampaikan produk ini mengandung teh hijau yang memiliki banyak kandungan anti oksidan sehingga bermanfaat untuk mencegah penuaan dll
6. Masukkan informasi baru,singkirkan informasi umum
Selalu promosi produk baru,utk remind produk kita. Contoh pizza hut yang hampir setiap bulan memiliki promo produk baru, untuk edisi valentine ini misalnya, pizza hut mengeluarkan paket pizza choco, memang belum tentu laku, tapi percayalah tips ini bermanfaat untuk membuat pelanggan selalu mengingat merk kita
7. Barisan kalimat perintah

Saat meminta pelanggan membeli produk kita lakukan seperti Ibu Guru saat menyanyikan lagu ini ” Tangan ke atas, tangan ke samping, tangan ke depan, dilipat yang manis” secara tidak langsung Ibu Guru meminta dengan kalimat perintah berturut2 ayo tangan ke atas, ke samping, ke depan dan dilipat yang manis. Bandingkan jika hanya ayo dilipat manis belum tentu semuanya serentak melipat tangannya di meja. Nah, saat beriklan demikian pula seharusnya, coba buat, wisata ke Bogor, jangan lupa berkunjungan ke kebun Raya, bermain bersama rusa dan mampir ke Kios Lapis Bogor, misalnya. Itu akan lebih berefek (insya Allah)
8. Jurus mengatasi pemaksaan dan keberatan dari pelanggan “The magic eraser”
Menanggapi dg halus, seperti saat pelanggan lapis Bogor protes karena hanya boleh membeli 2 box, sampaikan dengan halus “Ibu, sebenarnya kami ingin memberikan box lebih juga tapi kami khawatir barisan di belakang Ibu tidak kebagian” dengan nada yang halus dan mempesona yaa🙂
9. Berikan saran arahan,jangan bingungkan dengan banyaknya pilihan
Berikan rekomendasi produk terbaik, jangan hanya menyampaikan pilihan yang sangat banyaak. Misalnya di beberapa resto walaupun memiliki ratusan menu dia akan berikan beberapa tanda untuk menu yang direkomendasikan atau andalan di resto tsb.
10. Penawaran dan bonus TERBATAS
Pernah terjebak di midnite sale kan? Nah, macam itulah pelanggan kita, saat diberikan waktu terbatas dengan diskon menarik akan berbondong2 memborong saat itu juga.. Yuk, manfaatkan momen2 tersebut, yang tentunya jangan terlalu sering diadakan juga supaya gregetnya gak ilang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s