About Collaborative Learning

Setelah berkali-kali mengikuti pelatihan tentang Collaborative Learning (CL), finally bisa berbagi di blog ini. Kenapa pengen share? Karena menurut saya konsep ini cukup ideal untuk membantu dosen dan mahasiswa mewujudkan Student Centered Learning.

Well, sebelum berbagi banyak dari hasil pelatihan hari ini, saya kutip dulu definisi berdasarkan wikipedia

Collaborative learning is a situation in which two or more people learn or attempt to learn something together.

Banyak yang masih bertanya-tanya apa si beda collaborative learning dg cara belajar lainnya? Dengan metode CL ini, kalau dosen benar-benar bisa memposisikan dirinya sebagai fasilitator insya Allah mahasiswanya akan dapat dengan hampir sempurna membangun pengetahuan dan wawasan mereka sendiri.

Nah, menurut Ibu Evita (narsum di pelatihan ini) cara agar mahasiswa nantinya berminat dan passionate membangun pengetahuan mereka sendiri adalah dengan mengisi sesi pertama kita mengajar melalui motivasi bagi mahasiswa tentang apa pentingnya dan manfaat mereka memiliki ilmu tersebut sehingga mereka akan bersemangat untuk mempelajari subject tersebut.

Tapi tentu saja utk melakukan CL yang sempurna ada syarat atau aturan permainan,yaitu:
– Individual Accountability
– Positive Interdependency
– Face to face promotive Interaction
– Social skills

Nah kadang untuk peserta didik yang introvert biasanya tdk nyaman dengan metode belajar CL,namun sebenarnya mrk juga pny kebutuhan untuk bersosialisasi namun type introvert hrs mencharge baterainya lbh cepat saat dia harus berkelompok.

Peranan mahasiswa:
– Mengarahkan
– Menerangkan
– Bertanya, kalau pertanyaan yg disampaikan bagus dan bermanfaat utk teman-teman lainnya tentunya harus diberi nilai lebih
– Mengkritik, ingat harus disampaikan dengan sopan yang baik ya..
– Merangkum hasil diskusi
– Mencatat hasil diskusi
– Menjadi penengah saat konflik di kelompok

Peranan Dosen
– Fasilitator
– Coach
– Model

Kelompok yang ideal:
– Jumlah anggota 5-8 orang
– Heterogen, ilmu dan minatnya
– Setiap anggota memiliki pengetahuan yang dibutuhkan
– Setiap anggota memiliki tanggung jawab atas pembelajaran teman-temannya
– Setiap anggota memahami tujuan kelompok

Yang perlu dicegah:
– Groupthink, biasanya terjadi krn tipikal org Indonesia ingin menjaga keutuhan tanpa ada individual think
– Social loafing, kebanyakan ngobrol di kelompok tdk membahas tema diskusi
– Sucker, menurunkan usahanya agar kelompoknya tdk dinilai sebaik dia
– Free rider, ga ikut kerja tapi ingin tetap dapat nilai

And.. Thanks to tim MPKT B UI dan FEUI atas semua fasilitas scele yang super duper keren (walaupun agak berat juga si untuk mahasiswa tingkat 1)

So.. Yuk.. kita terus semangat belajar dan berbagi.

..Image

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s